Jakarta, Intra62.com – Pada Rencana Kerja Tahun Anggaran 2026, DPRD Kota Bogor meminta Perumda Tirta Pakuan Bogor untuk memberikan informasi tentang bagaimana mereka mengelola anggaran yang berasal dari APBD.
Di rapat yang diadakan Jumat di Gedung DPRD Bogor, jajaran direksi Perumda Tirta Pakuan dan Komisi II DPRD Bogor membahas permintaan tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Bogor, Achmad Rifki Alaydrus, yang didampingi Wakil Ketua, Atty Somaddikarya, dan Sekretaris, Mochamad Benninu Argoebie, menghadiri rapat tersebut. Seluruh anggota Komisi II juga hadir.
Heri Cahyono, anggota Komisi II DPRD Bogor, menyatakan bahwa tidak ada pilihan selain transparansi dalam pengelolaan anggaran, terutama untuk dana yang berasal dari APBD.
Heri mengatakan bahwa perumda harus melaporkan bagaimana dana digunakan, termasuk meningkatkan setoran kepada Pemerintah Kota Bogor.
Selain itu, ia menekankan rencana proyek Program Manajemen Perpipaan (PMP) hingga tahun 2027, yang akan mencakup tujuan penggantian jaringan pipa dan sambungan rumah baru.
Heri juga meminta penjelasan tentang aset Perumda Tirta Pakuan yang belum diserahkan hingga saat ini. Dia juga mengingatkan agar proses penyerahan aset tidak dilakukan terlalu cepat karena dapat menimbulkan risiko bagi perusahaan dan masyarakat.
Sementara itu, Endah Purwanti, anggota Komisi II DPRD Bogor, mengatakan bahwa untuk mencapai target Perumda Tirta Pakuan hingga 2027, strategi harus ditajaman.
Untuk memastikan bahwa seluruh program dan kajian benar-benar siap sebelum tahun anggaran 2026, Endah mengatakan bahwa regulasi dan koordinasi harus diperkuat sejak awal.
Tegasnya, “Semua rencana dan kajian harus disiapkan secara matang agar tidak menghambat pencapaian target pelayanan.”
Sebaliknya, Anna Mariam Fadhila, anggota Komisi II DPRD Bogor, mengatakan bahwa ada potensi untuk membangun wilayah air minum premium di mana airnya dapat dikonsumsi langsung tanpa dimasak.
Meskipun ia mendukung inovasi, ia mengingatkan bahwa biaya perawatan dan investasi yang lebih tinggi akan menjadi konsekuensi, jadi masyarakat harus benar-benar mendapatkan manfaatnya.
Salah satu tugas pengawasan DPRD adalah memastikan bahwa rencana kerja dan penggunaan APBD oleh Perumda Tirta Pakuan berjalan dengan akuntabel dan berfokus pada meningkatkan layanan air bersih bagi warga Kota Bogor.
Rencana kerja tahun 2026 Perumda Tirta Pakuan Bogor, yang dipimpin oleh Rino Indira, berfokus pada memberikan layanan air bersih yang lebih baik kepada masyarakat.
Peningkatan jumlah pelanggan, penurunan tingkat kehilangan air, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan program sanitasi adalah semua program yang ditawarkan.
(Red).
