• Fri. Apr 24th, 2026

Alissa Wahid: Negara Memiliki “Utang Moral” Untuk Memberikan Layanan Terbaik Kepada Warga Lanjut Usia.

ByBunga Lestari

Jan 20, 2026

Jakarta, Intra62.com – Menurut Alissa Wahid, Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, negara memiliki “utang moral” untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji lansia.

Ini disampaikan oleh Alissa di hadapan ribuan peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa.

Menurut Alissa, cerita tentang haji yang ramah lansia harus diubah menjadi aturan praktis. Ia menyoroti fakta bahwa antrean haji Indonesia sangat panjang, sehingga wajar jika banyak jamaah baru memiliki kesempatan berangkat setelah usia senja.

Ketika seorang lansia baru mendapatkan giliran berangkat pada usia lanjut, situasi ini harus diterima sebagai kenyataan. Dia menyatakan bahwa pemerintah harus menyesuaikan pelayanan, bukan justru meminggirkan orang tua.

Alissa mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh menjadikan kondisi fisik seseorang sebagai alasan untuk membatasi hak mereka untuk beribadah. Sebaliknya, pemerintah harus menyesuaikan mekanisme pelayanan haji agar sesuai dengan keterbatasan fisik mereka.

Alissa menyatakan bahwa meskipun jamaah lansia tetap berangkat, seluruh mekanisme pelayanan disesuaikan dengan kebutuhan khusus mereka.

Sejak awal, putri Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid menekankan pentingnya mengurangi risiko, terutama selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pengalamannya melihat di lapangan menunjukkan bahwa jamaah yang lebih tua sering mengalami kesulitan beradaptasi dengan kondisi padat di Mina, yang menyebabkan mereka dievakuasi atau dipulangkan ke hotel lebih cepat.Mekanisme mitigasi seperti ini harus dipertimbangkan secara menyeluruh.

Jangan sampai solusi hanya muncul ketika situasi darurat muncul. Menurutnya, indikator kemampuan jamaah perlu dipelajari secara menyeluruh, tetapi pendampingan yang lebih kuat adalah solusinya.

Selain itu, ia menekankan aspek teknis pelayanan harian yang sering terlewatkan, seperti bantuan untuk ke kamar mandi atau mengurus diri.

Tanpa kebijakan yang jelas tentang pendampingan petugas, jamaah lain sering kali merasa terbebani jika harus membantu rekan sekamarnya yang lebih tua.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/