Bekasi, Intra62.com – Air Sungai Bekasi tercemar sampah hingga berbau tidak sedap dan berubah warna menjadi hitam. Hal ini mengganggu pasokan air minum masyarakat. Direktur Senior Perumda Tirta Patriot Ali Imam Faryadi membenarkan kejadian tersebut. Ia juga mengatakan pihaknya sudah berhenti memproduksi air bersih untuk masyarakat.
Pasokan Air Untuk 40.000 Warga Terhenti
Ali Imam mengatakan pasokan air minum untuk 40.000 warga terputus. Namun Ali mengatakan, penyumbatan air tersebut tidak berlangsung lama.
“40.000 (warga terdampak),” kata Ali Imam, Rabu (20/9/2023).
Baca Juga: Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
“Tidak kunjung datang, produksi terhenti kurang dari seminggu,” sambungnya.
Sebelumnya, pasokan air minum untuk 40.000 warga diketahui terhenti pada Jumat (15/9/2023), namun akan kembali normal pada Senin (18/9/2023).
Limbah Sejak 13 September

Ia pun mengaku kesulitan mengolah air karena kepekatan limbah yang berbeda, air tersebut mulai terkontaminasi limbah sejak 13 September lalu. Ia mengatakan, hingga saat ini sampah masih terkonsentrasi.
Airnya Mengalir Lagi
Ali Imam mengatakan, saat ini air masih mengalir ke rumah-rumah warga meski kondisi air belum kembali normal.
“Saat ini saya baru cek, kita bisa produksi 315 LPS (liter per detik), 60% dari normal. Biasanya kita produksi 560 LPS. Jadi Kalimalang campur dengan 3 meter kubik Nowo 1 meter kubik. Alhamdulillah masih bisa kami proses walaupun kurang maksimal, kondisi ini kami push 2 setengah bar ke customer. “Jadi dengan lokasi ini pelanggan kita masuk tapi jumlahnya sangat sedikit,” terangnya.
Dengan kondisi yang belum optimal, Ali memperkirakan masih ada beberapa wilayah yang airnya belum mengalir. Daerah tersebut adalah Tarumajaya dan Babelan.
Sumber Limbah Air Sungai Bekasi Tercemar
Soal pencemaran air limbah di Bekasi, Ali Imam menduga sumber air limbah berasal dari Sungai Cileungsi.
Ali Imam menjelaskan, ujung Sungai Bekasi membelah antara Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi. Oleh karena itu, pencemaran tersebut diyakini berasal dari aliran Sungai Cileungsi.
“Jadi Sungai Bekasi jaraknya 0 km dan bercabang di sana, sebelah kanan Sungai Cikeas, sebelah kiri Sungai Cilengsi. Nah, diduga sumber pencemarannya adalah Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Diakuinya, sulitnya mengolah air agar tidak lagi hitam dan berbau tidak sedap karena sumber limbahnya terletak di hulu. Ia menyebut, salah satu cara agar air bersih kembali mengalir adalah dengan mengolah air Kalimalang.
“Sulit membicarakan warna hitam karena pencemaran limbah dari hulu. “Tapi kemudian kami mencoba berdiskusi dengan PJB 2 bahwa kami meminta bantuan untuk menahan Kalimalang 3 meter kubik dan sampah yang ada hanya maksimal 1 meter kubik, kalau kita campur maka Tirta Patriot masih bisa, kalaupun ada. masih kurang optimal,” bebernya.
Warga Diminta Melaporkan Keluhan Gatal Apa Pun
Ali Imam kemudian meminta warga melaporkan jika merasa gatal akibat air tersebut.
Ali Imam berkata: “Atas informasi ini kami ucapkan terima kasih. Untuk informasi ini, saya meminta Anda untuk memberikan kami data nama berdasarkan alamat. Kemudian kami akan memverifikasinya dalam praktik.” tuturnya
Ali mengatakan, timnya akan melakukan pemeriksaan jika ada laporan adanya rasa gatal akibat air. Menurutnya, jika hal itu terjadi karena air, hal itu merupakan hal biasa. (red/intra62)
