Jakarta , Intra62.com . Refleksi Hari Raya Iedul Adha 1444 H , berqurban dengan ” Ego Kepentingan ” . Makna terdalam refleksi Hari Raya Iedul Adha adalah perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat Nya . Dan bagaimana seseorang mampu berkurban untuk mengalahkan ego kepentingan . Seringkali ego kepentingan menjadi panglima dalam kehidupan . Refleksi ini disampaikan pemred intra62, Anis fuadĀ saat briefing panitya Kurban di Masjid Aljihad .
Secara historis , refleksi kepatuhan dan ketaatan yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim a.s harus menjadi suri tauladan bagi ummat islam . Taat dan Patuh kepada ALLAH SWT adalah fundamental dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara .
RefleksiĀ juga tidak kalah penting adalah seorang pemimpin baik tingkat kepala desa , Kecamatan dan Pemerintah Kota mampu mengobarkan ego demi kesejahteraan rakyat . Ego sektoral , ego politik untuk menciptakan kekayaan prbadi haruslah dikorbankan demi kepentingan masyarakat luas .
Taat dan patuh juga mesti diaktualisasikan oleh pemimpin rakyat terhadap Perundang-undangan . Menjalankan perintah undang- Undang untuk mensejahterakan rakyat adalah keniscayaan yang harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab .
Perayaan Hari Kurban haruslah dengan penuh kebahagiaan . Dengan cita rasa , bahagia menghiasi sendi sendi setiap jalan dengan Takbir yang menggelar setiap Masjid . Takbir yang dikumandangkan menjadi simbolik kelemahan manusia sebagai hamba Allah .
Baca juga : Presiden Iran Ebrahim Raeisi Berkunjung ke Masjid Istiqlal
Ditanya mengenai perbedaan sholat Iedul Adha antara Muhammadiyyah dan Pemerintah , perbedaan itu Rahmat dan wajar wajar saja . Tidak seru kalo tidak berbeda . Dinamika dalam merespon perbedaan senantiasa mengikuti harmonisasi ibadah kepada Allah SWT, ” ujar Anis fuad .
Ibadah Kurban juga punya implementasi dari keadilan sosial . Hewan yang dijadikan kurban , dagingnya didistribusikan kepada yang berhak menerima . Terutama kalangan fakir miskin , serta tetangga yang beragama non muslim . Jadi perasaan berbagi kepada sesama menjadi fokus dan perhatian bagi prioritas masyarakat . ( Tim red )

