Jakarta, INTRA62.COM –
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim berpendapat bahwa kebijakan bebas visa harus ditinjau dengan lebih cermat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing (wisman).
Dalam keterangannya di Jakarta pada hari Jumat, Chusnunia menegaskan bahwa bukan kebijakan bebas visa yang salah, tetapi bagaimana membuat kebijakan bebas visa lebih selektif di masa depan.
Berdasarkan data, penjelasan Pak Dirjen Imigrasi (Hendarsam Marantoko) tidak salah. Dia menyatakan bahwa, meskipun demikian, tujuan utamanya bukan untuk menghapus kebijakan bebas visanya, tetapi untuk lebih selektif dalam memilih negara asal wisatawan yang terpengaruh oleh kebijakan tersebut.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko sebelumnya menyatakan bahwa faktor utama yang memengaruhi jumlah imigran yang datang ke tanah air bukan kebijakan bebas visa.
Hendarsam mengatakan jumlah kunjungan Indonesia naik menjadi 14,3 juta orang pada 2019, ketika Indonesia menerapkan bebas visa untuk 169 negara pada 2019. Namun, ketika kebijakan diperketat menjadi hanya 17 negara bebas visa pada 2025, jumlah kunjungan naik menjadi 12,4 juta orang.
Chusnunia menyatakan bahwa dalam kaitannya dengan kebijakan bebas visa, pemerintah dapat memilih wisatawan berdasarkan data kunjungan wisman.
Dia mengatakan bahwa strategi yang diperlukan harus diubah karena wisatawan asing lebih memperhatikan kemudahan layanan, digitalisasi, dan perawatan selama berada di Indonesia daripada kebijakan bebas visa.
Dia menambahkan, “Kita harus terus mendorong pergeseran strategi pariwisata dari sekadar mengejar jumlah kunjungan (mass tourism) menjadi fokus pada kualitas, pengalaman, keberlanjutan lingkungan, dan dampak ekonomi yang lebih besar.”
Menurutnya, paradigma itu menekankan keamanan, kenyamanan, dan kepuasan wisatawan, terutama karena Rencana Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 telah menanamkan dasar untuk pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Chusnunia menyatakan bahwa kualitas perjalanan ini bukan hanya tentang jumlah kunjungan, tetapi bagaimana destinasi yang kita miliki dapat memberikan pengalaman yang unik, bernilai tinggi, berkelanjutan, dan yang tidak kalah penting adalah berdampak pada perekonomian masyarakat.
Baca Juga : Yusril Mengusulkan Ambang Batas Parlemen Jumlah Komisi DPR.
Baca Juga : Komisi II DPR: Peringatan Hari Otda Sebagai Momen Tata Kemandirian Daerah.
(Red).
