Jakarta, Intra62.com. Pemulihan kelistrikan NTT setelah gempa M 7.7 di Nagekeo, PLN siap siaga. Setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, NTT pada hari Sabtu pukul 05.58 WITA, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mengerjakan pemulihan sistem kelistrikan dengan cepat.
Menurut F Eko Sulistyono, General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur, “Petugas PLN terus menjaga operasi kelistrikan di sejumlah wilayah. Namun, gempa susulan yang terjadi beberapa kali berdampak pada sistem kelistrikan, termasuk padamnya PLTMG Maumere dan PLTMG Rangko, sehingga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa lokasi.”
Gempa berkekuatan M7,0–M7,7, dan pusat gempa berada 30 km timur laut Mbay-Nagekeo-NTT, pada kedalaman 10 km. BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami.
Dia menyatakan bahwa tim PLN saat ini secara bertahap pulih. Di sisi pembangkitan, PLTD di daerah Labuan Bajo yang telah ditetapkan dalam kondisi aman dimulai.
Selain itu, PLN memperbaiki jaringan transmisi dan gardu induk untuk memulihkan layanan kelistrikan kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan karyawan.
Untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam kondisi pascagempa, PLN juga memprioritaskan pemulihan pasokan listrik bagi fasilitas vital, termasuk rumah sakit dan posko penanganan bencana.
Masyarakat diminta oleh PLN untuk tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.
Masyarakat dapat menghubungi PLN Mobile dan Contact Center PLN 123 untuk mendapatkan informasi tentang layanan kelistrikan.
Sebelum itu, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami 1 setelah gempa awal yang dilaporkan berkekuatan M7,0. Bagian utara Ngada ditetapkan sebagai Waspada, dan diperkirakan tsunami akan muncul sekitar pukul 05.01.23 WIB.
Saat ini pukul 07.02 WITA, gempa susulan terus terjadi. Pulau Flores, serta sebagian pulau Sumba, Adonara, dan Solor, mengalami gempa.
Baca juga : BMKG Melakukan Perubahan Cuaca Untuk Menjaga Ketersediaan Air Menghadapi El Nino
( Anisa – red )
