• Fri. May 8th, 2026

Saat Semua Orang Beralih Jadi Jurnalis Media Sosial

ByMAS

May 8, 2026
Jurnalis Media Sosial

Jakarta, 8 April 2026, Intra62.com – Semua Orang Beralih jadi jurnalis media sosial dimana peristiwa yang terjadi pada 27 April lalu antara kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menunjukkan betapa cepatnya informasi bergerak di era modern.

Video, foto, dan kesaksian penumpang langsung beredar dalam hitungan menit setelah kejadian dan bahkan sebelum laporan lengkap diterbitkan oleh redaksi media utama, publik juga mendapatkan informasi awal.

Jika dulu berita berasal dari proses yang berlapis, di mana wartawan datang ke lokasi, mengumpulkan fakta, memeriksa sumber, dan editor memastikan kebenaran sebelum publikasi, sekarang alurnya terbalik. Informasi terlanjur beredar, baru kemudian media arus utama bekerja untuk meluruskannya.

Pada saat itu, satu hal menjadi jelas kecepatan telah mengalahkan verifikasi di dunia informasi saat ini. Sumber informasi sekarang tersedia di luar ruang redaksi.

Baca Juga : ASOSIASI WARTAWAN DEMOKRASI INDONESIA (AWDI) TERHADAP HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI)

Citizen journalism muncul sebagai hasil dari fenomena ini, yang disebut Stuart Allan sebagai citizen journalism. Kehadiran penduduk memang bermanfaat dalam banyak situasi. Publik mungkin tidak mengetahui peristiwa penting secara cepat jika tidak ada video amatir atau unggahan saksi mata. Dokumentasi warga seringkali menjadi sumber awal yang sangat berharga dalam situasi darurat.

Teknologi bukanlah masalahnya adalah bagaimana masyarakat menangani data. Di awal setelah kecelakaan di Bekasi Timur, banyak informasi beredar tanpa kontrol, termasuk jumlah korban yang berubah-ubah, spekulasi tentang penyebab yang terlalu dini, dan tudingan terhadap individu yang belum teridentifikasi.

Ketika klarifikasi resmi akhirnya muncul, sebagian besar masyarakat terlanjur mempercayai versi sebelumnya. Ini karena fakta bahwa koreksi biasanya lebih lambat daripada rumor di jurnalis media sosial.

Melihat tidak berarti memahami, merekam tidak berarti menjelaskan, dan mengunggah tidak berarti bertanggung jawab untuk itu dianjurkan untuk sekolah pendidikan juranlistik untuk menjadi seorang wartawan.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/