Jakarta, Intra62.com –
Melalui program pemberdayaan yang disebut “Mba Maya”, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berkolaborasi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan yang kurang beruntung.
Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM, menyatakan bahwa kolaborasi akan memungkinkan pengembangan usaha berbasis syariah dan pelatihan berkelanjutan bagi ibu-ibu prasejahtera, yang merupakan mayoritas nasabah PNM, untuk naik kelas.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, dia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan, terutama melalui ekosistem syariah. Ini adalah langkah nyata untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia.
Lebih dari 30.000 nasabah PNM hibrid, baik luring maupun online, mengikuti peluncuran program “Mba Maya” pada 6 Mei 2026.
Arief menyatakan bahwa kolaborasi antara dua lembaga ini bertujuan untuk meningkatkan peran ekonomi syariah sebagai pendorong kemandirian usaha perempuan di Indonesia. Mereka bermaksud untuk melakukan ini melalui kampanye “Usaha Berkah Dalam Bingkai Ekonomi Syariah” melalui program “Mba Maya”.
Program ini dievaluasi sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan dampak pembinaan terhadap pelaku usaha ultra mikro, yang saat ini menjadi fokus pembiayaan PNM.
Menurutnya, saat ini sebanyak 73% pembiayaan PNM berbasis syariah dan telah memberikan lebih dari 2.300 sertifikasi halal kepada bisnis nasabah.
Menurutnya, Program Mba Maya berfokus pada meningkatkan kemampuan bisnis perempuan melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ferry Juliantono, Ketua Harian Pengurus Pusat MES, memuji upaya PNM untuk memberikan program pemberdayaan kepada masyarakat akar rumput.
Menteri Koperasi menyatakan bahwa program Mba Maya sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo—membangun dari desa dan dari bawah untuk pemberantasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi.
Ferry juga menyatakan bahwa sistem pengelolaan data PNM dapat menjadi contoh bagi lembaga lain, seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM). Ini terutama karena Command Center memiliki dashboard data yang luar biasa.
Baca Juga : Rencana untuk mengambil alih PNM telah dilaporkan kepada Presiden oleh Menkeu.
Baca Juga : Aksi Lingkungan Dan Sosial Di Ambon Dilakukan oleh BRI Insurance dan PNM.
(Red).
