Jakarta, Intra62.com –
Menurut studi yang dilakukan oleh Indonesia Health Development Center (IHDC), defisiensi besi, stunting, dan asupan gizi berpengaruh terhadap kemampuan kognitif working memory anak-anak, terutama pada usia sekolah.
Kemampuan otak untuk menyimpan dan mengolah data dikenal sebagai ingatan kerja. Kemampuan ini sangat penting untuk konsentrasi, pemahaman, dan kemampuan anak untuk menyelesaikan tugas belajar sehari-hari.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM(K), Ketua Dewan Pembina IHDC, menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan stunting memiliki asupan kalori yang lebih rendah, anemia yang lebih rendah, dan anak-anak yang sehat.
Sementara anak usia sekolah di Indonesia masih menghadapi masalah kekurangan asupan gizi dan anemia defisiensi besi tinggi, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan kemampuan kognitif termasuk working memory, status gizi, tumbuh kembang, dan kemampuan kognitif anak sangat penting untuk membentuk generasi yang unggul.
Hasil penelitian IHDC menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 5 anak (19,7%) mengalami anemia. Sementara itu, 22,1% anak mengalami kesulitan mengingat kerja.
Selain itu, penelitian tersebut menemukan bahwa kadar hemoglobin yang lebih rendah terkait dengan kinerja kerja memori yang lebih rendah. Oleh karena itu, temuan penelitian menunjukkan bahwa anemia tidak hanya berdampak pada kesehatan anak tetapi juga pada kemampuan mereka untuk belajar.
Menurut Dr. Ray Wagiu Basrowi, Direktur Eksekutif IHDC, MKK, dan FRSPH, studi ini menemukan bahwa ada korelasi yang kuat antara fungsi kognitif anak dan status gizinya. Anak-anak yang menderita anemia memiliki risiko memproses dan menyimpan data hampir dua kali lipat.
Ray menyatakan bahwa hal yang sama juga terjadi pada anak dengan stunting, yang memiliki risiko hingga tiga kali lebih tinggi mengalami defisit working memory.
Asupan protein dan zat besi yang tidak cukup menyebabkan anemia.
Ray menyatakan bahwa hasil studi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak usia sekolah memerlukan asupan gizi yang cukup karena kekurangan gizi berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan kemampuan belajar mereka.
Baca Juga : Apakah Air rebus mi Aman ? Ini adalah tanggapan Ahli Gizi
Baca Juga : KKP Menu Ikan Akan Ada Program Makan Bergizi Gratis .
(Red).
