Jakarta, Intra62.com. Kamera pengawas markas UNIFIL dihancurkan oleh Tentara Israel. Juru bicara Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) Kandice Ardiel mengatakan pada Sabtu (4/4) bahwa tentara Israel menghancurkan semua kamera pengawas . Yaitu yang menghadap markas besar pasukan penjaga perdamaian PBB di Naqoura, Lebanon selatan.
Sejak Jumat, tentara Israel telah menghancurkan semua kamera yang membantu menjaga keselamatan personel militer dan sipil di markas UNIFIL di Naqoura, menurut Ardiel.
UNIFIL memutuskan untuk mengadakan protes resmi setelah memperhatikan tindakan Israel.
Ardiel mengingatkan tentara Israel bahwa mereka bertanggung jawab untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB dan menghormati fasilitas PBB.
Dalam pernyataan terpisah, ia mengonfirmasi bahwa ledakan terjadi pada Jumat di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Lebanon selatan. Hal ini menyebabkan tiga penjaga perdamaian Indonesia terluka, dua di antaranya serius.
UNIFIL telah beroperasi di Lebanon selatan sejak 1978 dan diperluas setelah perang antara Israel dan Hizbullah pada 2006, berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 1701.
Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024. Israel telah melakukan serangan udara dan operasi darat di Lebanon selatan sejak serangan lintas batas oleh Hizbullah pada 2 Maret.
Otoritas Lebanon mengatakan serangan Israel membunuh sedikitnya 1.422 orang dan melukai 4.294 lainnya.
Indonesia kembali meminta Dewan Keamanan PBB untuk menyelidiki secara menyeluruh peristiwa yang melibatkan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Ini terjadi setelah ledakan yang melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia di El Addaiseh, Lebanon selatan, pada Jumat (3/4).
Indonesia menyatakan kekhawatiran yang mendalam atas ledakan yang terjadi pada Jumat (3/4) di El Addaiseh, Lebanon selatan. Yaitu yang melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia dikeluarkan di Jakarta, Sabtu.
Indonesia meminta pertanggungjawaban Dewan Keamanan PBB
Pihak Indonesia menyatakan bahwa dalam satu minggu terakhir, tiga personel yang terluka merupakan insiden serius ketiga yang melibatkan penjaga perdamaian Indonesia di UNIFIL.
Indonesia juga menegaskan bahwa serangan terus menerus tidak dapat diterima, terlepas dari sumbernya, Dan menekankan betapa pentingnya meningkatkan perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB saat konflik menjadi semakin menantang.
Pernyataan itu menyatakan, “Indonesia menekankan kembali bahwa keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.”
Pemerintah Indonesia kembali menyerukan penyelidikan yang segera, menyeluruh, dan terbuka untuk mengungkap fakta, termasuk urutan peristiwa dan pihak yang bertanggung jawab. Mereka juga menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan.
Baca juga : Prabowo mengecam keras gugurnya tiga anggota militer TNI di Lebanon.
( Anisa-red)
