Jakarta , Intra62.com . Ketidakpastian di Timur tengah sebabkan Rupiah melemah ke Rp16.970. Pada pembukaan perdagangan Senin pagi di Jakarta, nilai tukar rupiah melemah 12 poin atau 0,07 persen . Yaitu menjadi Rp16.970 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.958 per dolar AS.
Ketidakpastian konflik di Timur Tengah (Timteng) meningkatkan sentimen risiko di pasar, kata Josua Pardede, kepala ekonom Permata Bank.
Di Jakarta, Senin, dia memberi tahu awak media bahwa sentimen risiko di pasar telah dikurangi oleh ketidakpastian yang persisten. Hal ini terkait konflik di Timur Tengah (Asia Barat), yang berdampak pada pergerakan rupiah.
Gedung Putih mengumumkan bahwa serangan terhadap Iran telah meningkat ke tingkat yang melebihi perkiraan, meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan tersebut. Sebuah laporan menyatakan bahwa Pentagon mengirimkan unit ekspedisi Marinir ke wilayah tersebut.
Harga minyak Brent naik 2,67 persen menjadi 103,14 dolar AS per barel pada Jumat (13/3) sebagai akibat dari ketegangan yang meningkat, yang mendorong penguatan dolar AS.
Namun, setelah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal IV-2025, dolar AS terus menguat.
Dia menyatakan bahwa angka tersebut secara mengejutkan direvisi menjadi 0,7 persen qoq (quarter on quarter) dari estimasi sebelumnya sebesar 1,4 persen qoq, yang mencerminkan mulai terlihatnya pelemahan kondisi ekonomi AS.
Indikator inflasi pilihan Federal Reserve, PCE Price Index, sedikit menurun menjadi 2,8 persen tahunan (yoy) pada Januari 2026 dari 2,9 persen tahunan pada bulan sebelumnya. Sementara itu, Core PCE Price Index meningkat tipis menjadi 3,1 persen tahunan (yoy) dari 3,0 persen tahunan pada bulan sebelumnya.
Josua menyatakan bahwa rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.900–Rp17.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini . Mengingat belum adanya indikasi meredanya ketegangan geopolitik dan sikap menunggu investor menjelang periode libur panjang di Indonesia yang dimulai pada Rabu (18/3) pekan ini.
Baca juga : PBNU: BoP Harus Menjadi Wahana Untuk Mendorong Pengurangan Konflik Timur Tengah.
(Anisa-red)
