Jakarta, Intra62.com – Arifah Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menekankan betapa pentingnya media untuk membantu pemerintah memberi tahu orang tentang pentingnya pengasuhan positif dan kesetaraan gender.
Menanggapi Hari Pers Nasional 2026, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan, “Media bisa menjadi sarana bagaimana menyampaikan kepada masyarakat tentang bahaya kekerasan, kemudian pentingnya pengasuhan positif, kesetaraan gender. Berbagai hal yang positif bisa lebih banyak disampaikan melalui media.”
Dia menyatakan bahwa media juga memainkan peran penting dalam membangun masyarakat yang tidak menoleransi kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Pers yang sehat bukan hanya menyebarkan informasi, tetapi juga mendidik masyarakat. Arifah Fauzi menyatakan bahwa dia melihat bahwa media juga membangun lingkungan sosial yang tidak menoleransi kekerasan.
Dia mengatakan bahwa media adalah partner strategis pemerintah untuk melaksanakan program pemerintah dan mencari solusi untuk masalah masyarakat.
Media harus dilihat sebagai mitra strategis, bukan hanya corong berita bagi kami. Kami harus bekerja sama dengan teman-teman wartawan. Arifah Fauzi menyatakan bahwa mereka memiliki pertanyaan tentang perspektif teman-teman wartawan.
Selain itu, pihaknya menekankan bahwa wartawan perempuan harus berani, tangguh, dan kuat.
Menteri Arifatul Choiri Fauzi berkata, “Bangsa yang kuat itu bangsa yang memiliki pondasi yang kuat, yaitu yang didasari oleh keluarga yang kuat juga. Keluarga yang kuat itu biasanya manajernya, dan jika perempuannya kuat dan berkualitas, maka ini akan menjadi pondasi sebuah bangsa yang kuat juga.”
9 Februari adalah Hari Pers Nasional.
Serang, Banten, adalah tempat Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini, dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.”
Baca Juga : Korupsi Dana Hibah BUMN oleh Pengurus PWI, Ini Kronologi Lengkapnya
(Red).
