Jakarta, Intra62.com –
Menurut Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers, pers terus menjadi rujukan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang masalah atau masalah sensitif.
Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Senin, Komaruddin mengatakan, “Kalau ada masalah-masalah yang krusial, orang tetap ingin bertanya pada pers. Nah, oleh karena itu pers diharapkan tetap menjaga kepercayaan.”
Di tengah gempuran informasi dari media sosial, Komaruddin menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap dunia pers Indonesia masih tinggi.
Oleh karena itu, dia meminta semua awak media di negara ini untuk terus menjaga kepercayaan publik.
Menurutnya, salah satu tugas pers adalah menjaga kepercayaan. Saat ini, kepercayaan masyarakat terhadap pers masih tinggi, tetapi masyarakat lebih sibuk menikmati media sosial. Akibatnya, mereka termanjakan oleh media sosial.
Komaruddin menyatakan bahwa menjaga kepercayaan publik adalah salah satu cara untuk menjaga profesionalisme dan kode etik jurnalis saat bekerja.
“Apa yang mendukung kepercayaan itu? Profesialisme: Komaruddin menyatakan bahwa kepercayaan publik akan berkurang jika insan pers tidak profesional.
Kepercayaan publik akan semakin kuat jika didukung dengan objektivitas dan memungkinkan kedua belah pihak berpartisipasi dalam pemberitaan tersebut.
Komaruddin menyatakan bahwa media sosial kekurangan fitur jurnalisme profesional di atas.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa pelanggaran profesionalisme dan objektivitas sering menghasilkan pengaduan masyarakat ke Dewan Pers. Sebagian besar pengaduan tersebut berkaitan dengan sengketa pemberitaan yang dianggap merugikan pihak tertentu.
Dia menyatakan, “Ketika pers ini mengabaikan profesionalisme dan juga objektivitas, setiap hari yang masuk laporan pengaduan ke desk pengaduan Dewan Pers itu setidaknya 10 pengaduan setiap hari.”
Komarudin juga meminta semua pihak yang terlibat dalam pers untuk bekerja sama untuk mempertahankan kredibilitas dan kualitas jurnalistik di tengah arus informasi digital yang deras.
“Oleh karena itu, kepercayaan, integritas, profesionalisme, objektivitas, dan etika ini harus kita jaga bersama,” katanya.
(Red).
