Jakarta, Intra62.com – Agar Asia Tenggara tidak berubah menjadi tempat perebutan kekuasaan atau konflik antara negara-negara besar, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong ASEAN untuk memperkuat fondasi politiknya.
Kita harus berkembang untuk memiliki peran yang lebih signifikan. Menurut keterangan tertulis yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI di Jakarta, Jumat, Sugiono menyatakan bahwa kemitraan kita harus secara strategis memperkuat sentralitas, kesatuan, dan stabilitas ASEAN.
Dalam pertemuan menteri luar ASEAN (AMM) yang diadakan di Cebu, Filipina, pada 29 Januari 2026, dia menyampaikan hal tersebut. Pertemuan ini membuka rangkaian acara ASEAN “Navigating Our Future, Together” pada tahun 2026, yang diketuai oleh Filipina.
Sugiono berpendapat bahwa tema yang dipilih ASEAN tahun ini sangat relevan mengingat tantangan yang menguji integritas dan sentralitas organisasi. Dia juga menegaskan bahwa negara anggota berada dalam “satu perahu” dan perlu tetap kuat dan bersatu untuk menavigasi masa depan bersama.
Akibatnya, Sugiono menyatakan bahwa untuk menghadapi tantangan tersebut, ASEAN harus membangun ketahanan yang mandiri melalui penguatan bidang strategis seperti ketahanan ekonomi, energi, pangan, dan teknologi.
Konferensi itu membahas banyak masalah di wilayah itu. Salah satunya adalah bagaimana mempercepat penyelesaian Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan, yang diharapkan selesai pada 2026.
Sugiono juga menekankan bahwa penyelesaian CoC merupakan langkah penting menuju masa depan kawasan dan akan membantu membangun tatanan maritim yang adil dan stabil.
Para menlu ASEAN juga membahas situasi di Myanmar dan masalah perbatasan Thailand dan Kamboja. Mereka setuju bahwa untuk menyelesaikan kedua masalah tersebut diperlukan pendekatan yang konstruktif.
Di sela-sela Retreat AMM, Menlu RI juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura dan Kamboja. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memperkuat kerja sama bilateral dan membahas masalah regional dan global.
Baca Juga :ASEAN Menyetujui Aturan Perdagangan Barang Baru
Baca Juga : ASEAN Dan Korsel Membangun Ekosistem Kerja Sama Baru.
(Red).
