Jakarta, Intra62.com – Syafiuddin, anggota Komisi V DPR RI, memuji kinerja pemerintah dalam mengurangi angka kecelakaan dan kematian selama Natal dan tahun baru 2026. dan meminta penyempurnaan strategi menangani mudik Lebaran 2026.
Syafiuddin menyatakan dalam keterangannya di Jakarta, Senin bahwa “strategi yang sudah diterapkan pada Nataru perlu dievaluasi dan disempurnakan agar bisa diterapkan secara lebih optimal pada mudik Lebaran Maret 2026, yang biasanya memiliki tingkat mobilitas masyarakat jauh lebih tinggi.”
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan bahwa angka kematian kecelakaan lalu lintas selama Nataru turun 27,12%, dengan penurunan total sekitar 7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Syafiuddin menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak dapat dicapai tanpa penerapan berbagai strategi pengamanan, rekayasa lalu lintas, dan kesiapan infrastruktur dan sarana transportasi.
“Penurunan ini merupakan capaian positif dan patut diapresiasi. Ini menunjukkan adanya perbaikan dalam manajemen lalu lintas, pengawasan, dan koordinasi antarinstansi selama masa Nataru,” katanya.
Legislator dari Dapil Jawa Timur XI juga menekankan betapa pentingnya bekerja sama dan bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan mudik aman dan nyaman.
“Pemerintah harus terus bekerja keras. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita berharap tren penurunan kecelakaan ini bisa terus dijaga, bahkan ditingkatkan, pada momentum mudik Lebaran mendatang,” katanya.
Menurut Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, keberhasilan ini disebabkan oleh penerapan kebijakan yang melarang truk sumbu tiga beroperasi di jalan raya selama libur Nataru.
Dengan tidak beroperasi di jalan tol, jumlah kecelakaan pasti berkurang. Syafiuddin menyatakan bahwa kita dapat mengurangi dua digit, 27,12 persen, karena angka kematian cukup menggembirakan.
Baca Juga : Anggota DPR: UU Olahraga Metode Efektif Meningkatkan Kesehatan Publik.
Baca Juga : Pilkada Dipilih DPRD Kembali Era Lama
(Red).
