Jakarta, Intra62.com – Perwakilan siswa SMA Negeri 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo atas bantuan diberikan korban ledakan yang terjadi di sekolah tersebut pada pekan lalu.
Di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, Muhammad Akbar Dante, salah satu pelajar Duta Tramtibum (PRABU) dari SMA Negeri 72 berkata, “Saya turut berduka cita untuk teman-teman dan angkatan seperjuangan saya, dan terima kasih Pak Gubernur yang bantuan diberikan teman-teman saya yang terluka karena insiden kemarin.”
Di hadapan Pramono Anung, dia menangis haru. Gubernur DKI itu kemudian mendekat dan menepuk pundak Akbar.
Siswa dari berbagai sekolah yang hadir di pengukuhan PRABU 2025 juga bersorak dan bertepuk tangan untuk mendorong Akbar.
Selain itu, Akbar mengatakan bahwa dia membuat PRABU 2025 karena dia ingin menjaga sekolahnya dari perundungan dan tawuran.
Selain Akbar, Afsan Rezan, yang juga merupakan PRABU SMAN 72, menasihati masyarakat untuk tidak langsung mempercayai berita palsu tentang peristiwa yang terjadi di sekolah tersebut.
Afsan menyatakan, “Untuk semuanya, jika ada berita buruk tentang SMAN 72, tentang pelecehan, ditunggu konfirmasi yang benar, ya. Jangan termakan hoaks.”
Sebagai tanggapan, Pramono menyatakan rasa bangga dan rasa terima kasih atas siswa-siswa yang telah diangkat menjadi PRABU 2025.
Pramono menyatakan bahwa masalah perundungan di SMAN 72 tidak benar, yang diduga menjadi penyebab ledakan di sekolah tersebut pada Jumat (7/11).
Oleh karena itu, pertanyaan 72 dapat menyebabkan banyak orang berspekulasi. Pramono menyatakan bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan diskriminasi atau intoleransi. Orang yang melakukannya sama sekali tidak terlibat dengan hal itu.
Baca Juga : SMAN 72 Jakarta Diberi Wewenang Menerapkan Kurikulumnya Sendiri.
( Red ).
