Jakarta, Intra62.com – Dalam hampir semua sampel air minum yang diuji secara nasional, kelompok lingkungan Jerman menemukan bahan “bahan kimia abadi” yang berbahaya.
Menurut BUND (Federasi Lingkungan dan Konservasi Alam) Jerman, 42 dari 46 sampel yang dikumpulkan dari Juni hingga Oktober menunjukkan jejak senyawa PFAS (per- dan polyfluoroalkyl substances) atau bahan kimia abadi.
Dengan kadar PFAS yang tinggi dalam air distrik pemerintah kota Berlin, itu adalah salah satu wilayah yang paling terdampak.
Baca juga : Konsumsi Makanan dan Minuman Yang Dapat Merusak Ginjal, Sebaiknya Dihindari
Kantor berita Jerman DPA melaporkan bahwa PFAS dikaitkan dengan kerusakan hati, kanker ginjal, dan kanker testis. Para ahli memperingatkan bahwa zat-zat ini dapat mencemari sumber air selamanya.
Baca Juga : Dua Siswa Sekolah Garuda Transformasi Merahi Medali Perak
PFAS banyak digunakan dalam produk seperti peralatan masak antilengket, perlengkapan luar ruangan, dan kosmetik. Hanya sebagian kecil dari ribuan senyawa PFAS yang saat ini diatur di Jerman yang diungkapkan oleh BUND.
Direktur pelaksana BUND Verena Graichen menyatakan, “Sampel acak kami menunjukkan bahwa PFAS telah masuk ke siklus air kami sejak lama, mulai dari air permukaan hingga air tanah dan bahkan air minum.”
Baca Juga : Iran Ancam Tutup jalur minyak Selat Hormuz bikin Jerman was – was
KPAI Sistem Deteksi Dini Cegah Pelajar Bunuh Diri.
( Red ).
