Jakarta, Intra62.com – Pada Rabu (8/10) malam waktu setempat, konflik sengit terjadi di Provinsi Sweida di selatan Suriah antara pasukan militer Suriah yang didukung oleh pasukan sekutunya dan “Garda Nasional“, pasukan paramiliter Druze yang dibentuk di Sweida.
Sumber-sumber dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyatakan hal konflik sengit terjadi disana.
Kantor informasi menyatakan bahwa pertempuran terjadi di wilayah utara dan barat laut Sweida. Kedua belah pihak menggunakan senjata otomatis berat dan menengah, serta senapan mesin berat 23 mm.
Sejauh ini, tidak ada korban yang diidentifikasi dari kedua belah pihak. Di tengah kekhawatiran bentrokan dapat meluas, wilayah itu tetap dalam status siaga tinggi.
“Garda Nasional” ini berafiliasi dengan kepemimpinan setempat Druze dan telah terlibat dalam konflik dengan pasukan pemerintah Suriah selama krisis Sweida yang lebih luas.
Sejak pertengahan Juli lalu, bentrokan sektarian yang mengerikan dan serangan Israel yang mengguncang wilayah itu dan mengganggu pasokan kebutuhan pokok telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah di Sweida, sebuah provinsi yang didominasi oleh komunitas Druze.
Untuk memulihkan ketertiban, otoritas kepresidenan Suriah mengumumkan gencatan senjata pada 19 Juli dan mengerahkan pasukan keamanan dalam negeri di Sweida.
Baca Juga :PERFORMANCE RIGHT HAKI DISAMPAIKAN DPP AWDI.
Baca Juga :Komisi I DPR RI Berkomitmen Untuk Mengawal Operasi Militer.
( Red ).
