INTRA62.COM – Di luar negeri terdapat sejumlah artefak Indonesia yang dipamerkan di beberapa museum di dunia. Artefak ini merupakan benda arkeologi atau benda peninggalan bersejarah yang dibuar masyarakat indonesia pada waktu lampau, seperti prasasti, perhiasan, hingga senjata tradisional.
Artefak dari Indonesia dikenal memiliki nilai seni yang tinggi dan unik banyak berada di luar negeri, seperti museum atau para kolektor. Melansir dari laman wilwatiktamuseum berikut 3 artefak Indonesia yang bersejarah berada di luar negeri.
1. Prasasti Sangsang

Prasasti Sangsang ini dibuat dari lempengan tembaga dengan tulisan menggunakan aksara dan bahasa Jawa kuno (Jawa Kami/Jawi) . Sejak zaman kolonial, prasasti ini dibawa ke Belanda dan sampai saat ini masih terpelihara dengan baik di Instituut voor de Tropen, Amsterdam, dengan nomor inventaris 1/958.
Isi pokok dalam prasasti ini adalah tentang sebuah kuti, bangunan suci dari agama Buddha, di Hujung Galuh yang termasuk wilayah kekuasaan Lamwa. Kuti itu kemudian diperbarui dan diperbesar oleh Samgat Lamwa pu Layang dengan menambahkan sebuah wihara.
2. Perisai Aceh

Perisai bulat ini diperkirakan berasal dari Aceh pada Abad ke-19 dan memiliki diameter 27,7 cm. Terbuat dari rotan dan dilapisi kain katun hitam (bagian depan) dan merah (bagian belakang). Pada bagian depan perisai terdapat bintang-bintang logam.
Komposisinya sangat seimbang dan bintang kuningan keemasan di latar belakang hitam menciptakan kontras yang menarik. Perisai ini (dengan barang-barang lainnya) merupakan hadiah Vojta Náprstek dari Pavel Durdík seorang praktisi medis Republik Ceko yang bekerja untuk tentara kolonial Belanda. Diperkirakan saat ini masih berada di museum di Republik Ceko.
Baca juga:
- Sejarah Singkat, Masa Kejayaan Kerajaan Tarumanegara
- Sejarah Singkat Kerajaan Kutai, Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia
3. Keris Madura

Keris dengan ukuran ganja (dudukan keris yang terletak pada pangkal bilah) 8,9 cm; keris 47 cm; bilah 35 cm; dan selubung: 40,4 cm, diperkirakan berasal dari Madura di abad ke-18. Yang menarik dari keris ini adalah sejarahnya, seperti dalam keterangan Museum of Ethnology (Volkerkundemuseum), Wina, Austria.
Keris ini didapatkan dari Emperor Maximilian von Mexico pada tahun 1868, baru kemudian berpindah ke Eropa. Maximilian von Mexico atau Maximilian I adalah seorang archduke Austria yang memerintah dari 10 April 1864 hingga 19 Juni 1867.
Itulah beberapa Artefak Indonesia yang terdapat di beberapa negara, hal tersebut menjadi bukti sejarah bahwa benda artefak karya bangsa Indonesia sejak dahulu kala sangat diminati oleh seluruh dunia.
