• Sun. Apr 19th, 2026

Pengamat Spiritual Politik dari AWDI Sebut Debat Cawapres Unpredictable

ByAF

Dec 21, 2023
Pengamat Spiritual Politik  dari AWDI Sebut Debat Cawapres Unpredictable .

Jakarta , Intra62.com . Pengamat Spiritual Politik  dari AWDI Sebut Debat Cawapres Unpredictable . Hal ini disampaikan oleh Anis Fuad saat ditemui awak media di Kantor DPP AWDI , kamis  ( 21/12/2023 ).

Debat besok tanggal 22/12/2023 antar cawapres akan menarik dan tidak bisa diprediksi tingkat intelektualnya masing-masing cawapres . Anis lebih lanjut  menambahkan Unpredictable artinya debat harus memakai data yang konkrit terkait isssu sosial dan kemasyarakatan . Dan tidak menggunakan halusinasi gagasan yang tidak jelas .

Ketiga Cawapres harus menguasai Visi dan Misi yang dituangkan dalam dokumen yang dikirim ke KPU  . Masing-masing terlihat sangat siap ketika diwawancarai oleh Media TV / elektronik terkait debat cawapres besok jumat malam .

Tentunya publik mempunyai kesan yang berbeda tentang rekam jejak masing-masing cawapres . Hal inilah yang menimbulkan frekwensi pemikiran yang berbeda dan unik . Ada cawapres yang dari berumur tua ( Mahfudh ), dan ada yang berumur muda / matang  ( gus Imin ) serta bahkan ada cawapres yang anak milenia ( Gibran ) .

Baca juga : Capres Prabowo Giliran Ditanyai Ganjar Tentang Peristiwa 1998

Masyarakat dihimbau tidak boleh meremehkan masing-masing cawapres , ” ujar Anis . Karena kepleset lidah kita tidak tahu kapan dan saat seperti apa situasinya . Sehingga hal ini akan mempengaruhi elektabilitas cawapres sendiri .

Bisa jadi yang diremehkan mempunyai ide gagasan yang dasyat dibanding yang lain . Akan tampak siapa cawapres yang menguasai visi misi ke depan untuk membangun bangsa . Dan akan tampak juga siapa cawapres yang hanya sekedar retorika dan halusinasi akan kekuasaan .

Mahfudz MD cawapres yang mempunyai pendidkan hebat , sampai bergelar professor . Dan mempunyai jejak rekam yang luar biasa di pemerintahan , tapi apakah mampu menyajikan debat yang baik , belum tentu . Karena secara psikologi mahfudz MD kalah selangkah dengan Gibran . Dan  tidak bisa full power berdebat dengan cawapres Gibran .

Berbeda dengan berhadapan dengan  cak Imin , karena tidak ada beban psikologi sehingga posisi  mahfudz MD bisa full power . Namun hal ini akan terlihat, mari kita saksikan bersama . ( tim red )

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/