Jakarta, Intra62.com . PDIP dipersimpangan jalan , akankah Mega merestui Gibran ? . Hal ini menjadi tema editorial redaksi intra62,Selasa ( 24/10/2023 ).
Resmi nya Gibran menjadi Cawapres dari Prabowo menjadi dinamika politik yang unpredictable di elit PDIP. Ini adalah ujian bagi Partai berlambang banteng , bagaimana keputusan politik mengambil sikap tegas dalam menghadapi majunya Gibran sebagai cawapres? .
Secara organisatoris, mestinya perlakuan organisasi yang sama dengan Budiman Sudjatmiko juga di terima oleh Gibran . Namun kenyataannya PDIP dihadapkan pada persimpangan jalan yang berbeda. Di satu sisi Gibran adalah kader PDIP yang menurut informasi masih loyal dengan partai berlambang banteng . Dan di sisi yang lain Gibran adalah putra sulung Jokowi .
Baca juga : Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri Disebut Sebagai? Oleh Budiman
Ada respon yang berbeda antara petinggi PDIP dalam menghadapi Gibran resmi menjadi Cawapres prabowo . Puan nampak sedikit kecewa terhadap pencawapresan Gibran , hal karena selama ini puan mengganggap bahwa sebagai keluarga yang selalu bersama , Kok tiba-tiba sekarang berubah haluan .
Berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Hasto , sebagai sekjend nampaknya bersemangat dalam menyambut pilpres . dan terkesan secara implisit tidak menolak adanya Gibran sebagai Cawapres Prabowo .
Situasi ini dihadapkan pada ambivalen pada tokoh-tokoh PDIP , artinya siapa pun yang menang antara Ganjar dan Prabowo tentunya akan menguntungkan partai berlambang banteng .
Konsistensi keputusan politik PDIP menjadi di uji dengan situasi politik yang selalu dinamis . Ada dua fenomena yang sama tapi di respon berbeda , tentunya karena hasil outputnya juga berbeda. Budiman sujatmiko dan Gibran menjadi pelajaran berharga bagi Partai PDIP .
Dan sejauhmana masyarakat mampu menterjemahkan kebijakan politik yang diputuskan oleh petinggi partai tersebut . masyarakat sudah cerdas dalam melihat konsistensi partai , tidka mungkin tentunya mereka akan salah memlih pemimpin / presiden untuk periode 2024-2029 . ( Tim red )
