Jakarta, Intra62 – Murah irit bensin kata pas kendaraan yang digunakan untuk operasional sehari hari menunjang aktivitas kegiatan pekerjaan.
Banyak yang mencoba membuat irit bensin dengan mencampurkan BBM non subsidi dengan yang bersubsidi.
Baca Juga : DPP AWDI singgung Syahwat politik berbahaya jika tidak di kontrol
Harga sejumlah BBM non subsidi yang naik harga pemilik kendaraan mencampur dengan non subsidi sebagai efeknya.
Tapi tanpa di sadari bahwa murah irit bensin ini pelan tapi pasti memiliki resiko kerusakan pada mesin kendaraan.
Ada beberapa pakar mengatakan resiko mencampur bensin Pertamax dengan Pertalite ibarat sering mengkonsumsi es campur berakibat diabetes..
Bulan lalu BBM sejenis Pertamax mengalami kenaikan harga yang signifikan daripada yang bersubsidi.
Berkurangnya kadar detergen yang terdapat dalam bensin Pertamax dampak kebiasan mencampur kadar oktan yang tinggi membuat bertumpuknya deposit
Menyumbat injektor dan kepala klep serta kepala piston bisa berkerak akibat zat aditif serta ditergen menurun.
Bila hal ini sudah terjadi tidak tutup kemungkinan mesin kendaraan akan rusak dan membuat kendaraan mogok di jalan.
Disarankan baiknya pemilik kendaraan jangan mencampur BBM non subsidi dan bersubsidi bila ingin mesin kendaraan aman dan nyaman (Red Intra62 com)
