Jakarta, Intra62.com – Mengejutkan perilaku korupsi dilakukan oleh SYL Menteri Pertanian yang berusia sekitar 68 tahun. Untuk apa? Selain menemukan tumpukan uang tunai senilai Rp 30 miliar, dalam penggeledahan di rumah dinas Menteri Pertanian juga ditemukan 12 pucuk senjata api.
Menurut saya, penemuan uang dalam jumlah besar dan 12 senjata ini berarti Indonesia berada dalam darurat korupsi yang sangat serius.
Baca Juga: KPK Menggerebek Rumah Dinas Menteri Pertanian

Untuk itu saya mohon Yang Mulia Presiden Jokowi segera mengeluarkan pernyataan dan atau keputusan bahwa Indonesia dalam keadaan darurat korupsi. Menyimpan uang dalam jumlah besar di rumah sangatlah tidak biasa.
Menurut saya, selain aneh, juga mengejutkan. Sungguh luar biasa memiliki uang sebanyak itu di rumah, dalam transaksi keluarga dan atau profesional, menggunakan aplikasi berteknologi maju alias transfer elektronik.
Kemudian penemuan 12 jenis senjata itu menurut catatan saya setara dengan penemuan 1 (satu) angkatan bersenjata.
Kepemilikan senjata-senjata ini patut dicurigai berpotensi menjadi tindakan identik suversi. Oleh karena itu, polisi harus mengusut tuntas 12 jenis senjata tersebut.
Untuk itu, polisi harus proaktif melakukan pengusutan menyeluruh, termasuk cara memantau peredaran, perizinan, dan kepemilikan senjata api tersebut.
Yang mengherankan, di rumah dinas menteri ada mesin hitung uang, kalau penghasilan menteri tidak ratusan juta per bulan, lalu bagaimana bisa ada mesin hitung uang? Maka timbullah pertanyaan penting: Apakah mesin ini dapat digunakan untuk menghitung uang dari sumber mana pun? Jika komponen mesin dilengkapi dengan “kecerdasan buatan” maka akan mencatat seluruh proses penghitungan uang, termasuk waktu (detik, hari, serta tanggal).
Maka dari itu, saya mohon Menteri Sekretaris Negara juga memberikan penjelasan mengenai inventaris mesin hitung uang yang ada di rumah dinas Menteri. (red/intra62)
