Klaten, Intra62.com – Video viral diunggah menampilkan seorang kepala desa yang tinggal di tenda karena rumahnya akibat hancur proyek tol Jogja-Solo.
Diketahui, kepala desa Pepe Ngawen, Klaten, bernama Siti Hibatun Yulaika, yang rumahnya dibongkar paksa akibat proyek tol Jogja-Solo pada Rabu (10/5/2023).
Baca Juga: Sebuah Video Viral Yang Memperlihatkan Aksi Asusila
Saat ini, Kepala Desa Pepe, Siti Hibatun Yulaika, tinggal di tenda bersama beberapa warga yang terusir dari rumahnya akibat proyek tol Solo-Yogyakarta.
Meski rumahnya dibongkar untuk proyek Tol Jogja Solo, Kades Pepe masih harus tinggal di tenda karena hanya mendapat uang Rp 1 miliar untuk mencari tempat tinggal baru, seperti dilansir akun Instagram miliknya @ kabarnegri, Selasa (16/5/2023).

Dalam unggahan video tersebut terlihat sebuah tenda berwarna merah dipasang di atas bangunan tua. Hingga terungkap tenda tersebut merupakan kediaman Kepala Desa Pepe, yakni Siti Hibatun Yulaika.
Bukan tanpa alasan Kades Pepe terpaksa tinggal di tenda karena rumahnya digusur akibat proyek tol Jogja Solo.
Harapannya untuk menerima 10 miliar pupus karena informasinya hanya bernilai 1 miliar. Bedanya, Rumah Kepala Desa Pepe juga terletak di sini, masih terdapat beberapa gubuk penduduk setempat.
Tenda ini dibangun di atas rumah warga terdampak proyek jalan tol karena masih belum mempunyai tempat tinggal.
“Bisa disimak lagi, kemarin viral, sekarang ada tol saudara-saudara, di sini juga ada tiang bendera merah putih,” kata videografer sambil melampirkan caption dalam video tersebut. “.!! Kades Pepe tinggal di tenda karena rumahnya digusur gara-gara proyek tol Jogja-Solo,” bunyi keterangan video.
Dalam video tersebut terlihat beberapa tenda dipasang di atas puing-puing bebatuan yang tertimpa alat berat.
Selain itu, alasan lain Kades Pepe harus bertahan di tenda adalah karena biaya santunan yang tidak cukup untuk mencari tempat tinggal baru.
Kades Pepe yang dijanjikan uang 10 miliar, kini hanya mendapat 1 miliar.
Sekitar pukul 09.00 WIB, ada enam tenda yang berkemah di pekarangan rumah-rumah tua milik warga yang dibongkar.
Tenda yang didirikan berukuran 1,5 x 1,5 meter dengan warna biru, kuning, dan oranye.
Di dekat tenda juga terdapat tiang bendera berwarna merah putih. Tenda yang didirikan ternyata tidak layak berpenghuni, hanya ada bantal di dalamnya.
Selain itu, di sekitar kawasan ini juga terlihat alat-alat berat. Alat berat yang juga merusak masjid tua.
Kepala Desa Pepe, Siti Hibatun Yulaika mengatakan, dirinya juga ikut serta mendirikan tenda di atas rumahnya.
Ia mengaku melakukannya karena tidak tahu harus tidur di mana.
“Semua orang membangun tenda karena kami tidak punya rumah lagi.” dia berkata
Menurut Siti, tawaran penginapan sementara yang menjanjikan tim perlindungan tidak sampai padanya.
Prinsipnya mendukung proyek tol Solo-Yogyakarta. Namun, hal itu hanya memerlukan transparansi dalam nilai yang ditentukan.
Air mata Kepala Desa Pepe, Ngawen, Klaten, Siti Hibatun Yulaika tiba-tiba menangis saat alat berat mulai merusak rumah tercintanya pada Rabu (10/5/2023).
Wanita berhijab itu pun mengucap istighfar karena kecewa sebab rumah mewah dua lantai miliknya hanya diganti dengan uang Rp 1 miliar.
Padahal, rumah kesayangannya ditaksir bernilai Rp 10-15 miliar. “Rumah keluargaku ya Allah Astagfirullahaladzim,” ujarnya sambil menangis. (red/intra62)
