Jakarta, Intra62.com – Dikenal sebagai jurnalis wanita hebat, Najwa Shihab baru-baru ini tampil di channel YouTube The Leonardo yang tayang pada Senin (21/8/2023) dan bercerita banyak hal. Salah satunya terkait politik dan perempuan.
Saat ditanya Onadio Leonardo (Onad) soal calon presiden Indonesia 2024 yang didominasi laki-laki bahkan tanpa perempuan, Najwa tetap berharap Indonesia punya minimal satu perempuan sebagai wakil presiden.
Baca Juga: Adik Ipar Raffi Ahmad Terjun Ke Dunia Politik, Begini Tanggapan Warganet
Saya tetap berharap calon wakil presiden tetap bisa melakukan hal itu, kata Najwa.
Wakil, tapi tetap yang di atas, kata Onad.
Najwa menyayangkan sistem politik di Indonesia yang memasuki jalur elite tidak semudah yang dibayangkan “Pada akhirnya hanya mereka yang punya akses ke partai politik yang bisa,” terang Najwa Shihab.
Tidak mau bergabung dengan partai politik

Najwa berpendapat, partai politik tidak bisa dianggap baik jika kepengurusan partai politik tidak terbuka dan hanya elit yang menjalankan partai, serta tidak ada demokrasi internal di dalam partai.
“Saya, kalau parpolnya tidak berubah, saya tidak mau ikut partai itu,” ujar Najwa.
“Saya pikir itu adalah partai politik… lembaga-lembaga reformasi yang setidaknya melakukan self-reform,” sambung Najwa.
Najwa juga merasa perlu terlibat di luar partai politik untuk memperkuat sisi publik, karena Najwa merasa kekuasaan saat ini sedang membengkak dan masyarakat mengalami defisit.
“Saat ini saya ingin lebih memperkuat sisi masyarakat,” ucap Najwa.
Perempuan masih belum bebas
Tidak semua perempuan mandiri namun Najwa merasa dirinya cukup mandiri dibandingkan perempuan lain yang kurang mandiri.
Memang benar, Najwa merasa mempunyai tanggung jawab sebagai seseorang yang memiliki hak istimewa untuk memastikan bahwa perempuan lain dapat menentukan pilihannya.
“Anda tidak bergantung pada layanan ini, Anda punya pilihan dan Anda bisa menentukan pilihan,” tegas Najwa.
Najwa juga merasakan perubahan positif dari tahun ke tahun terkait kemandirian perempuan. Salah satu contohnya adalah Najwa yang menyediakan lapangan pekerjaan bagi perempuan.
“Dan saya selalu memastikan bahwa setiap kali saya membuat konten, terutama di mata Najwa, perempuan atau pandangan perempuan tercermin,” tutur Najwa.
Lanjut Najwa, “jadi saya selalu berusaha memanfaatkan platform yang ada atau panggung yang juga ada untuk memberikan ruang bagi perempuan lain dan bagi saya, itu adalah tanggung jawab,” pungkasnya. (red/intra62)
