Jakarta, Intra62.com –
Di tengah berakhirnya perjanjian New START, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan agar Rusia dan Amerika Serikat kembali berunding untuk mencapai kesepakatan tentang pengurangan dan pembatasan senjata nuklir.
“Dunia saat ini menaruh harapan terhadap Federasi Rusia dan AS untuk menerjemahkan kata-kata menjadi tindakan,” kata Guterres.
Dia juga menyatakan, “Saya mendesak kedua negara untuk segera kembali ke meja perundingan dan menyepakati kerangka kerja pengganti sehingga mengembalikan batasan yang dapat diverifikasi, mengurangi risiko, dan memperkuat keamanan bersama kita.”
Pada hari Rabu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Rusia tetap pada posisi bahwa setelah berakhirnya Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START), pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut tidak lagi terikat oleh janji atau kewajiban yang simetris.
Pada bulan September, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan Rusia untuk mematuhi pembatasan yang ditetapkan dalam Perjanjian New START selama satu tahun setelah 5 Februari 2026.
Dia menjelaskan bahwa AS akan melakukan hal yang sama untuk mengikuti pembatasan perjanjian. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji usulan Putin.
Baca Juga : Putin Mengatakan PDB Rusia Akan Tumbuh 1% Pada Tahun 2025.
Baca Juga : Menjaga Kepentingannya di Arktik, Rusia Mengambil Berbagai Tindakan.
(RED).
