Banten , Intra62.com . Ulama Banten yang terkenal, KH Ahmad Muhtadi Dimyati, juga dikenal sebagai Abuya Muhtadi, memuji upaya Polda Banten untuk menghentikan tindakan premanisme di Provinsi Banten.
Abuya mendukung tindakan tegas polisi terhadap preman yang telah meresahkan warga.
“Saya memberikan apresiasi dan dukungan kepada Kapolda Banten dan Polres Pandeglang atas tindakannya memberantas premanisme,” kata Abuya pada hari Sabtu, 10 Mei 2025.
Abuya menyatakan bahwa tindakan premanisme telah menyebabkan banyak kerugian bagi masyarakat. Ulama terkemuka Banten ini mendukung upaya polisi untuk menghapus premanisme yang terjadi di seluruh Indonesia.
Jika premanisme dibuang, itu bukan aliran Banten. Bahkan semua orang di Indonesia membuangnya, jadi semoga kita bisa bertindak. “Saya insyaAllah akan turun kaki,” kata Abuya.
Ustaz Cepi Syafarudin, seorang ulama Banten lainnya, mengapresiasi tindakan Polda Banten yang telah menangkap ratusan preman. Mengatakan ini meningkatkan kondisi di Banten dan sekitarnya.
Dia menyatakan bahwa dia sangat berterima kasih kepada kepolisian, khususnya kepada Polda Banten dan Polresta Serang Kota. Yang telah melakukan Operasi Pekat Maung 2025 untuk memerangi premanisme. Sehingga alhamdulilah kondisi Serang Kota dan Banten aman.
Operasi pemberantasan premanisme dilakukan oleh Polda Banten, yang berhasil mengamankan 492 orang di seluruh jajaran hingga ke polsek-polsek.
Wakapolda Banten Brigjen Hengki menyatakan bahwa polisi dan jajaran telah berhasil mengawasi dan menangani aksi premanisme sebanyak 492 orang. Terdiri dari 63 pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan 429 orang lainnya sedang menjalani pembinaan yang sejalan dengan program Bapak Kapolda Banten yaitu Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran.
Baca juga : Sejumlah Debt Collector Berulah lagi , Ambil Paksa Kendaraan di Jalan
(Anisa-red)
