• Wed. May 27th, 2026

Tragedi “Soto Maut” di SMA 2 Kudus: 118 Siswa Korban, Vendor MBG Minta Maaf di Tengah Teriakan Sirine.

ByBunga Lestari

Jan 30, 2026

Jakarta, Intra62.com – SMA Negeri 2 Kudus memiliki Kamis yang kelabu. Bermula sebagai kelas rutin, itu berubah menjadi operasi penyelamatan massal yang mengerikan. Hari ini, jeritan sirine dari puluhan ambulans yang membelah kemacetan di Kota Kretek adalah suara nyata dari ratusan siswa yang tumbang akibat “Makan Bergizi Gratis” (MBG).

Angka Mengerikan: Dari Beberapa Puluhan Sampai Ratusan

Laporan awal menunjukkan bahwa puluhan siswa tumbang. Hingga Kamis sore, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengkonfirmasi bahwa 118 siswa akan dikirim ke tujuh rumah sakit, termasuk RSUD dr. Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, dan RS Sarkies Aisyiyah.

Meskipun demikian, jumlah siswa yang mengalami gejala seperti mual, pusing, hingga diare parah mencapai 600 orang, dan beberapa guru yang menyantap uhidangan tersebut juga dilaporkan menjadi korban. Jumlah siswa yang mengalami gejala ini dilaporkan mencapai puncaknya.

Jejak “Soto Basi” di Meja Makan

Sehari sebelumnya, Rabu (28/1), menu MBG yang dibagikan diduga menjadi sumber kekacauan ini. Seharusnya makanan sehat, paket makan siang yang terdiri dari nasi, soto ayam suwir, tempe, dan taoge berubah menjadi racun.

Salah satu siswa yang saat ini terbaring lemas dengan jarum infus di tangannya berkata, “Ayamnya asem, Mas. Baunya aneh, kayak sudah basi.”

Penyedia layanan terkejut dengan pengakuan ini. SPPG Purwosari, vendor yang menangani ribuan porsi makanan di tiga belas sekolah di Kudus, akhirnya membuka suara. Nasihul Umam, kepala SPPG Purwosari, secara terbuka meminta maaf dan menyatakan bahwa dia siap bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan seluruh korban.

Drama Evakuasi: Ambulans “Kepater” dan Tanpa Batas Solidaritas

Situasi di lapangan SMA 2 Kudus sempat berubah menjadi chaos. Salah satu unit ambulans yang sedang bermanuver terjebak (kepater) dalam lumpur lapangan yang becek dalam video amatir yang beredar.

Puluhan siswa laki-laki tanpa ragu menerjang lumpur di tengah kepanikan teman-teman mereka yang muntah-muntah dan pingsan. Mobil medis itu berputar dengan bahu-membahu, seragam putih abu-abu mereka kotor di tanah. Di tengah krisis, ini adalah gambaran empati yang menyentuh.

Kudus Siaga untuk Situasi Darurat

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, yang langsung pergi ke lokasi untuk melihat korban di RSUD, mengatakan bahwa skema UHC (Universal Health Coverage) BPJS Kesehatan akan membayar semua biaya perawatan. Saat ini, sampel feses dan makanan korban telah dikirim ke laboratorium untuk uji toksikologi.

SMA 2 Kudus sekarang bukan lagi tempat belajar. Sebaliknya, itu sekarang menjadi saksi bisu kegagalan standar keamanan pangan yang hampir merenggut masa depan generasi muda. Hari ini, program nasional yang dimaksudkan untuk menyediakan gizi secara resmi mengirimkan ambulans sak Kudus (se-Kudus) ke jalan.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/