Jakarta, Intra62.com – Tips dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep kepada relawan pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka agar tidak baper dalam politik di media sosial (Medsos).
Kaesang membahas tentang kesabaran dan relaksasi. Mulanya, seorang relawan bernama Pagar meminta tips politik di media sosial. Ia mengatakan, generasi muda semakin sulit mengendalikan emosinya di media sosial.
“Kita muda, kita milenial, kita Gen Z. Karena kita masih muda, kecerdasan emosional kita kurang terkendali, dan kita lebih mudah terprovokasi di media sosial. Saya juga penggemar jenengan, jadi karakter Mas Kaesang dan Gibran sangat santai dan terlihat masalah apa saja yang dihadapi dengan tenang, bersikap bodo amat dan terkadang bereaksi dengan bercanda. Kami meminta tips untuk generasi muda milenial bagaimana mengendalikan emosi, hinaan, dan perilaku buruk, terutama di media sosial,” kata Pagar, salah satu relawan Kaesang,di Serang, Rabu (3/1/2024).
Baca Juga: Keunikan Kaesang Pangarep Safari Politik di Bali

Dalam pengaduannya, Kesang menyebut sejumlah pendukungnya justru saling adu mulut dan menyerang. Memang dia dan Gibran sendiri diajari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersabar.
“Sebenarnya, ini semua perintah dari atas. Dengan kata lain, ayah dan ibu saya, yang telah berkecimpung di dunia politik sejak tahun 2005 ketika mereka menjadi walikota. Apa pun yang kami hadapi, kami tetap bersabar,” ujar Kaesang.
Selain membahas media sosial, pertemuan dengan relawan juga membahas kemungkinan Kaesang menjadi gubernur atau wali kota Depok.
Disinggung apakah akan memilih antara jabatan gubernur atau wali kota, Kaesang menjawab akan lebih fokus mengamankan calon anggota parlemen PSI, termasuk yang dari Banten.
“Saya tidak akan fokus pada hal itu dulu. Nanti kalau ditanya mau jadi gubernur atau wali kota, sebenarnya saya mau wali kota. Kecuali Gubernur DKI, wali kota berkuasa penuh atas kota. Karena gubernur DKI memang punya kuasa penuh. Misalnya kemarin ada yang lagi ngobrol soal Gubernur Jateng. Kekuasaan Gubernur Jateng. Tidak bisa diam saja karena itu ada pada walikota masing-masing kota,” jelasnya.
Namun, Kaesang lebih memilih menjadi walikota dari pada gubernur. Namun hal itu tidak berlaku saat ini karena ia ingin fokus memenangkan caleg-caleg dari PSI. (red/intra62)
