• Wed. Feb 21st, 2024

    INTRA62.COM

    Berita Nusantara Milik Bersama

    Tempat Wisata Perah Susu Sapi Di Jatim

    ByNAS

    Dec 1, 2023
    Tempat Wisata Perah Susu

    Jawa Timur, Intra62.cm – Tempat wisata perah susu di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu, Jawa Timur. Salah satunya wisata edukasi yang sayang jika dilewatkan oleh wisatawan.

    Lokasinya sekitar 17 menit dari Alun-Alun Kota Batu. Pengunjung dapat merasakan bagaimana rasanya memerah susu sapi dari rumah warga. Hal ini karena sekitar 90% penduduk setempat adalah peternak sapi perah.

    “Selain itu wisatawan dapat belajar tentang peternakan sapi perah dan manfaat susu kemudian mengunjungi pabrik pengolahan dan produksi susu,” ujar Muhammad Munir, Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Kamis (30/11/2023).

    Baca Juga: Malang Night Paradise Wisata Malam Terbesar di Jawa Timur

    Wisatawan juga bisa mencoba segelas susu atau membawa pulang milk stick sebagai oleh-oleh. Untuk menikmati wisata ini, setiap pengunjung hanya perlu membayar sekitar Rp 25.000.

    “Biasanya rombongan keluarga datang dari daerah Surabaya, Jakarta, Kediri, dan Malang, serta rombongan ibu-ibu Kopwan dari Madura juga datang ke sini,” katanyanya.

    Produksi Susu di Dusun Brau Kota Batu Patut dicatat bahwa Dusun Brau di Desa Gunungsari mampu menghasilkan sekitar 5000 liter susu murni setiap harinya.

    Warga yang pelihara sapi total memiliki sekitar 700 ekor sapi perah. Setiap harinya susu disalurkan ke PT Indolakto di Pasuruan dan PT Gioia Cheese, perusahaan keju Indonesia di Bali.

    Menurutnya, peluang membuka toko keju yang masih langka di Kota Batu ini memiliki potensi yang besar.

    “Hampir lima tahun lalu, susu Brau dikirim ke industri keju di Bali. Saat itu kami tertarik membuat keju olahan di sini,” ungkapnya.

    Munir sendiri mengunjungi industri keju di Bali dan mempelajari proses produksinya, yang kemudian dapat ia gunakan dalam usaha koperasinya.

    Menurutnya, dua pabrik pasteurisasi yang masih ada di dalam pabrik pengolahan susu tersebut merupakan aset utama produksi keju.

    “Yang kami butuhkan hanyalah starter keju atau bakteri baik untuk membuat keju itu sendiri, itu yang kami butuhkan dari industri keju Bali,” pungkasnya. (red/intra62)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *