Jakarta , Intra62.com . Sosialisasi Perdana di Jakarta, KUR Perumahan Cair Rp130 T . Di Balai Kota Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima kunjungan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Ketika mereka bertemu, mereka berbicara tentang berbagai program perumahan. Termasuk penataan kawasan kumuh dan kredit usaha rakyat (KUR), yang akan disosialisasikan untuk pertama kalinya di Jakarta.
Menurut Prabono, pertemuan itu menghasilkan konsensus untuk membentuk kelompok kecil untuk merancang rencana kerja sama antara Pemprov DKI dan Kementerian Perumahan. Tim diberi waktu dua bulan untuk mengkonkretkan rencana tersebut.
“Beliau menawarkan berbagai program yang bermanfaat bagi Jakarta, mulai permukiman. Penataan kawasan kumuh, TOD, subsidi bunga, rumah subsidi, dan sebagainya,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada Jumat (8/8/2025).
Sementara itu, Maruarar menunjukkan beberapa proyek kolaborasi yang telah dilakukan. Termasuk penataan wilayah nelayan Muara Angke, relokasi penduduk dari kolong jembatan ke rumah susun, perawatan rumah susun di Pasar Rumput, dan renovasi Wisma Atlet.
Selain itu, ia menyatakan bahwa tahun ini Jakarta akan menerima bantuan stimulan dan sanitasi dari APBN. Maruarar bermaksud untuk menyebarkan program rumah subsidi dengan berbagai kemudahan, seperti BPATB, PPN, dan PBG gratis. Ia memuji Pemprov DKI atas kemampuan mereka untuk memproses PBG dalam 17 menit.
“17 menit itu membuktikan pelayanan publik yang sangat baik.”
Selain itu, ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan sekitar Rp 130 triliun untuk program KUR perumahan, yang akan dilaksanakan oleh pihaknya dan Pemprov Jakarta.
Menurutnya, KUR perumahan, yang memberikan subsidi bunga, akan membantu pengusaha kecil naik kelas.
Pemerintah akan meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor perumahan, menurut Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). KUR ini diperkirakan mencapai Rp130 triliun.
Sosialisasi KUR
Marauarar mengatakan bahwa sosialisasi KUR perumahan akan pertama kali terjadi di Jakarta.
“Saya sudah meminta sosialisasi KUR perumahan dilaksanakan untuk pertama kalinya di Jakarta,” kata Ara, dikutip Sabtu (9/8/2025).
Menurut Ara, KUR perumahan dapat mendorong pengembang dan kontraktor untuk membangun perumahan yang layak. Ini akan membantu rakyat memiliki rumah berkualitas tinggi.
Dia berkata, “Jadi sayang kalau ini tidak dimanfaatkan oleh rakyat Jakarta dan dunia usaha Jakarta.”
Saat ini, pihaknya sedang mengerjakan beberapa peraturan menteri untuk mendukung rencana ini.
Kenapa hanya di Jakarta? Saya percaya bahwa jumlah kontraktor dan developer di Jakarta dapat mencapai ratusan, jika tidak ribuan. Kami akan mengadakan pertemuan KUR perumahan pertama di Jakarta. Selain itu, kami telah menyiapkan peraturan untuk Menteri Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Menteri Perumahan.
Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah sedang menyelidiki skema pembiayaan perumahan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dalam pernyataannya pada hari Kamis, 26 Juni 2025, dia mengatakan, “Nah itu rencananya sedang disiapkan, dan nanti kita akan rapatkan dalam waktu dekat, karena tentunya perlu ada perubahan waktu untuk kredit dan kemudian jumlahnya.”
Airlangga menyatakan bahwa pemerintah saat ini berkonsentrasi pada perbaikan regulasi KUR karena jumlah KUR yang dialokasikan untuk konstruksi ini jauh lebih besar daripada KUR yang dialokasikan untuk individu.
“Tentu kita akan membahasnya juga dalam pertemuan dengan Menteri Keuangan untuk mengubah plafon subsidi bunga,” katanya.
Ada hubungan antara KUR perumahan dan rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk menambah modal ke program 3 juta rumah senilai Rp130 triliun. Program ini akan disediakan melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) perumahan, yang mencakup juga kredit perumahan komersial.
Sebagian besar Bank Himpunan Negara (HIMBARA) akan melakukan distribusi ini, termasuk Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Baca juga : Tengah Konflik Global Dunia Indonesia Aman
(Anisa-red)
