Jakarta , Intra62.com . Danantara, Badan Pengelola Investasi Dana Anagata Nusantara, kini secara resmi mengelola semua BUMN di Indonesia. Ini mencakup 844 perusahaan.
Seluruh BUMN resmi bergabung sejak 21 Maret 2025, kata CEO Danantara Rosan Roeslani. Danantara diluncurkan pada 24 Februari 2025.
Rosan mengatakan dalam iNews Sore, Rabu (30/4/2025), “Seluruh BUMN yang berjumlah 844 ini sudah resmi menjadi bagian, menjadi milik dari Danantara Indonesia.”
Dia menyatakan bahwa Danantara berdiri untuk memperkuat konsolidasi aset nasional. Kehadiran Danantara datang pada saat yang tepat dan memberi inspirasi kepada banyak negara. Hal ini untuk lebih bergantung pada kekuatan ekonominya sendiri daripada bergantung pada negara lain.
Dia menambahkan, “Sesuai juga dengan arahan yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden kepada kami bahwa Danantara adalah penjabaran dari Pasal 33 perekonomian. Yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.”
Rosan menyatakan bahwa Danantara juga akan mengambil alih aset negara seperti Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) yang berada di bawah Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg). Tujuannya adalah agar GBK, sebagai aset negara, dapat dikelola dengan lebih efisien dan menghasilkan nilai tambah untuk pendapatan negara.
Dia berpendapat bahwa kekayaan itu dapat menghasilkan dana besar untuk negara Indonesia jika dikelola dengan baik.
“Karena ini adalah kekayaan yang luar biasa dan dapat mendorong kebangkitan kita, harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dijaga, dan dirawat dengan sistem yang transparan dan sangat ketat,” katanya. Dia juga meminta seluruh direksi BUMN untuk memaksimalkan kinerja.
Baca juga : Danantara Mengelolah BUMN Kemungkinan Semuanya
(Anisa-red)
