Jakarta, Intra62.com – Untuk membantu debitur kredit pemilikan rumah (KPR) yang terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Bank Tabungan Negara (BTN) menunda jadwal pembayaran mereka.
Di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Rabu, Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu menyatakan, “Kami menawarkan restrukturisasi berupa penjadwalan ulang yang dapat berlangsung selama satu hingga dua tahun.”
Dia menyatakan bahwa penjadwalan ulang tersebut melibatkan penundaan pembayaran KPR, yang dapat berlangsung selama satu hingga dua tahun.
Pihak tersebut telah melakukan pendataan terhadap debitur di tiga provinsi yang terkena dampak bencana alam tersebut.
Dia menegaskan bahwa berdasarkan data saat ini, sekitar 10.000 debitur di tiga provinsi itu terdampak, dengan 3.000 rumah dalam kondisi rusak berat.
Ia menjelaskan bahwa sepuluh ribu pelanggan yang terkena dampaknya tersebar di tiga provinsi itu.
Dia menyatakan bahwa data masih belum selesai karena beberapa akses masih sulit diakses.
Nixon mengakui bahwa cuaca buruk merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh perbankan karena target kontribusi pemerintah untuk mendukung tiga juta rumah terdampak.
Salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah program tiga juta rumah, yang mencakup rumah tapak subsidi dan renovasi rumah menjadi layak huni.
Dia menyatakan bahwa tahun ini pihaknya akan berkontribusi sekitar 70%, atau 230 ribu unit rumah, dari target pemerintah untuk mencapai 350 ribu rumah pada tahun 2025.
Namun, dia menyatakan bahwa dari 230 ribu unit rumah yang ditargetkan oleh BUMN, sekitar 20 ribu telah terlewat karena cuaca buruk.
Menurutnya, “Hujan datang lebih awal dari yang kami perkirakan, sehingga banyak yang dapat penawaran kredit dari kami. Itu belum dapat diakadkan hingga Januari, ada penundaan karena hujan, tapi kami bukan menyalahkan hujan.”
Baca Juga : Hari Kesehatan Nasional Mempromosikan Tindakan Promotif.
(Red).
