Jakarta, Intr62.com – Presiden Prabowo Subianto meminta para pemangku kepentingan untuk terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan agar Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara maju dan memperkuat sumber daya manusia (SDM).
Presiden menyoroti skor Program Penilaian Internasional Siswa (PISA) Indonesia, yang berada di bawah Singapura, Malaysia, Belanda, dan Jepang, saat berbicara dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Presiden menyatakan, “Kesulitan kita sangat besar. Ini tidak boleh (menjadi) alasan bahwa kita menilai bahwa kita tidak perlu mengejar ketertinggalan ini.”
Dia menyatakan bahwa fakta bahwa Indonesia memiliki wilayah yang luas membuat ketersebaran sekolah beragam. Beberapa bahkan berada di daerah pulau-pulau terpencil yang memiliki akses yang sangat terbatas.
Ini tidak dapat dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura, yang memiliki wilayah yang lebih kecil, sehingga pemerintah negara tetangga tidak menghadapi masalah yang dihadapi Indonesia.
Ini adalah apa yang saya maksud. Presiden menyatakan bahwa mereka menerima ini sebagai peringatan, koreksi, dan mereka sedang mencari solusi.
Dengan demikian, dia menekankan upaya besar yang telah dilakukan pemerintah di bidang pendidikan untuk membangun generasi muda bangsa.
Langkah-langkah yang telah diambil termasuk memperbarui dan memperbaiki infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia. Selain itu, sekolah unggulan didirikan untuk anak-anak yang termasuk dalam kategori cerdas, yang membantu mereka masuk ke perguruan tinggi unggul di seluruh dunia.
Diambil juga tindakan untuk mengundang pengelola universitas terkemuka di dunia untuk bekerja sama dengan kampus di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negeri.
Sebagai bangsa, kita mengalami koreksi diri. Investasi kita di bidang penelitian dan pengembangan sangat sedikit. Prabowo Subianto menyatakan bahwa hal ini tidak sesuai dengan kebutuhan, dan dia akan berusaha untuk memperbaikinya di masa depan.
Baca Juga : DKI Jakarta Memastikan Bahwa Anak-anak Yang Telah Putus Sekolah Dapat Kembali Masuk ke sekolah
( Red )
