• Sat. Sep 19th, 2026

Luhut temui pejabat China bahas pembayaran utang

ByAF

Sep 19, 2026
Luhut temui pejabat China bahas pembayaran utang Whoosh.

Jakarta , Intra62.com . Luhut temui pejabat China bahas pembayaran utang Whoosh. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan berbicara tentang mekanisme pembayaran utang kereta cepat Whoosh saat bertemu dengan Zheng Shanjie, Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC).

Luhut memberi tahu ANTARA di Beijing, Jumat (18/9) bahwa saat bertemu dengan ketua NDRC Zheng Shanjie, seorang teman lama, dia juga membahas masalah kereta api cepat dan masalah utang Whoosh.

Luhut memberikan kuliah umum di Universitas Tsinghua selama tinggalnya di China dari tanggal 15 hingga 18 September. Selama tinggalnya di Hangzhou, provinsi Zhejiang, dia menghadiri “Forum Ekonomi dan Sosial China 2026” dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Sekjen Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Dongfeng, dan Ketua NDRC Zheng Shanjie.

Dia menjelaskan bahwa perlu ada tindak lanjut teknis dan diskusi tentang struktur pembayaran utang. Karena yang dilakukan kemarin oleh kami (Kemenkomarves) dan juga oleh Pak Airlangga, Menko Perekonomian, Presiden Prabowo, dan menteri keuangan.

Luhut optimistis bahwa pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pembayaran utang Whoosh sudah dapat berkolaborasi.

Luhut menambahkan, “Karena Presiden telah memberikan “lampu hijau”, hanya tindakan yang perlu dilakukan. Dewan Ekonomi Nasional akan membantu menyelesaikannya dengan cepat (ke China) karena perkawanan (dengan pejabat China) sehingga semuanya akan berjalan lancar.”

Luhut juga menyatakan bahwa pihak China tidak menentang mekanisme pembayaran utang Whoosh.

Luhut menyatakan, “Tidak ada masalah, dan jika kita melihat bagaimana Whoosh telah mengubah gaya hidup kita karena kita bisa rumah di Jakarta, makan siang di Bandung, dan bisa bolak-balik, dan bahkan banyak yang sudah meminta keberlanjutan Whoosh sampai ke Surabaya, saya juga menyinggung (dalam pertemuan dengan pejabat China).”

Keberlanjutan harus sesuai dengan AHY

Luhut juga mengatakan Presiden Prabowo harus menunjuk menteri koordinator untuk memastikan keberlanjutan proyek kereta cepat.

Keberlanjutan harus sesuai dengan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono).

Restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), juga dikenal sebagai Whoosh, telah diumumkan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menteri Keuangan, dengan skema cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun dengan tenor hingga 80 tahun.

Ia menemukan bahwa biaya skema restrukturisasi tersebut jauh lebih ringan dari yang diperkirakan, sehingga Kementerian Keuangan masih dapat menanganinya.

Pemerintah berencana untuk membeli 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Yang saat ini dimiliki oleh konsorsium BUMN PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Konsorsium China Beijing Yawan HSR Co. Ltd. akan memegang sisanya 40 persen saham.

Kementerian Keuangan saat ini melakukan due diligence dan evaluasi nilai saham untuk saham PSBI yang akan dialihkan.

Meskipun Menteri Keuangan telah digantikan oleh Suahasil Nazara dari Purbaya Yudhi Sadewa. Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, memastikan bahwa proses pengambilalihan pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke Kementerian Keuangan masih dalam proses.

Baca juga : Menkeu Suahasil: Meningkatkan Efisiensi APBN Bukan Sekadar Mengurangi Belanja

( Anisa-red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/