Jakarta ,Intra62.com . Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa individu yang terlibat dalam korupsi tidak mau melihat pemerintah Indonesia melakukan perubahan untuk memperbaiki sistem yang ada.
Prabowo mengatakan saat berpidato di Perayaan Natal Nasional 2024 di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Sabtu malam, “Si koruptor-koruptor itu, si maling-maling itu, tidak rela, tidak rela ada pemerintah Indonesia ingin membenahi diri, kita akan digoyang akan dibikin isu ini itu.”
Kepala Negara meminta rakyat untuk sabar dan berjuang untuk pemerintahan yang bersih dan melayani, menekankan betapa pentingnya dukungan rakyat untuk menghadapi tantangan tersebut.
Orang-orang menuntut pemerintahan yang bersih, dan orang-orang memilih saya. Dia menyatakan, “Seluruh aparat pemerintah Indonesia, bersihkan dirimu masing-masing.”
Prabowo juga menekankan pentingnya pertobatan bagi mereka yang korup. Namun, ditegaskan sekali lagi bahwa pengembalian uang yang dicuri adalah hal yang paling penting.
“Enak saja, sudah nyolong,” katanya, “Aku bertaubat,” dan “yang kau curi harus Kau kembalikan “.
Baca juga : Yasonna H. Laoly dilarang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Luar Negeri
Saya tidak memaafkan mereka yang korup. Tidak! Mungkin ada orang yang bertaubat, tetapi kembalikan apa yang Anda curi. Dia berkata, “Enak saja, sudah nyolong, katakan aku bertaubat, yang kau curi harus kau kembalikan.”
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan bahwa kita harus memiliki keberanian untuk menghadapi mereka yang memilih jalan yang salah. Seperti menipu rakyat, melakukan korupsi, penyelundupan, manipulasi, atau menghindari membayar pajak.
Prabowo menyatakan dalam sambutannya pada Puncak Perayaan Natal Nasional 2024 di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Sabtu. Bahwa kita harus berani menghadapi mereka yang memilih jalan di atas jalan yang tidak benar, jalan menipu rakyat, jalan korupsi, jalan nyelundup, jalan manipulasi, dan jalan tidak mau bayar pajak.
Presiden mengatakan bahwa tindakan seperti itu menunjukkan keserakahan meskipun Tuhan Yang Mahakuasa telah memberi mereka banyak kesempatan dan kebaikan.
( Anisa – red)
