• Thu. Jun 4th, 2026

Political offside bisa hilangkan Marwah partai Politik

ByAF

Sep 12, 2023

Jakarta , intra62. com . Political offside bisa hilangkan Marwah partai politik.Ini hasil diskusi interaktif di kantor DPP AWDI , Selasa sore (12/9/2023).

Hal ini ditegaskan oleh sekretaris jenderal DPP AWDI, Balham Wadja SH sebagai pembicaraan dalam diskusi yang penuh dinamika.

Bahwa Political offside yang dimaksud kan adalah Pemerintah dengan sengaja menjadikan ketua partai politik sebagai pembantu presiden alias menteri. Tentunya hal ini agar bisa diarahkan dengan kepentingan presiden . Hubungan yang mutualisme ini akan melahirkan demokrasi yang tidak sehat .Karena  presiden tentunya membutuhkan dukungan suara di parlemen. Dan dukungan itu di raih setelah masuknya kader partai yang ditunjuk untuk menjabat sebagai menteri.

Dan uniknya hampir seluruh kader  partai yang ada di Kursi DPR takut sama ketua Umum partai.

Karena dengan kebijakan internal Partai terkait PAW ( Pergantian Antar Waktu ) .  Konsep PAW ini  seperti hantu di siang bolong bagi anggota DPR yang notebene sekaligus kader partai.

Lalu pertanyaan di mana letak  Marwah partai politik ? .

Baca juga :  Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Tentukan Tujuan Politik Kedepanya

Semua sepakat bila marwah partai politik akan muncul bila punya sifat kritis dan meningkatkan partisipasi dalam mensejahterakan masyarakat.

Terlalu ideal apabila mencoba berfikir normatif . Karena kondisi obyektif partai politik akan pragmatis dalam mensiasati peran serta membangun demokrasi.

UU No 2 tahun 2011 tentang partai politik seperti hanya sebagai pajangan dalam peraturan.

Hal senada juga disampaikan oleh pengamat spiritual politik dari AWDI , Anis bukan baswedan ungkap partai politik akan kehilangan Marwah dan mandul dalam mengambil kebijakan partai yang bersinggungan dengan kepentingan pemerintah.

Konfigurasi politik tentunya akan dibangun berdasarkan kontruksi kepentingan yang sama antara partai politik.

Sehingga wajar bila ada idiom , di dalam politik tidak ada musuh yang abadi . Dan yang ada adalah kepentingan yang abadi selamanya .

Lalu dimana kepentingan masyarakat diletakkan bila marwah politik sudah hilang ? ,” ungkap Balham Wadja SH , sambil menutup diskusi. ( tim red )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/