Jakarta, Intra62.com – Juru Bicara Koordinasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan. Dewan Pusat partai tersebut akan menggelar rapat pada Senin (9/9/2023).
Herzaky menambahkan, pertemuan tersebut akan membahas kelanjutan arah politik Partai Demokrat setelah Anies Baswedan mengumumkan pencalonan dirinya sebagai (cawapres).
Baca Juga: 5 Ketua Partai Politik Mencalonkan Diri Dalam Pemilihan Umum 2024
“Pertama-tama bakal ada pertemuan bersama para pengelola di tingkat pusat. Diagendakan besok Senin 4 September,” kata Herzaky saat dikonfirmasi.
Selain itu, juga akan dilakukan pertemuan daring dengan pimpinan Partai Demokrat se-Indonesia dengan agenda yang sama. “Ini pun akan dilanjutkan dengan conference call dengan pimpinan Partai Demokrat dari berbagai daerah, dari seluruh pelosok Indonesia,” imbuh Herzaky.
Nantinya, kata Herzaky, Partai Demokrat Baru akan mengumumkan arah politik yang diambil.
“Kemudian mungkin ke depan keputusan itu akan diambil berdasarkan harapan para pengarah perubahan dan perbaikan yang selama ini menaruh aspirasi dan harapannya kepada pemilik Partai Demokrat,” tutur Herzaky.
“Jadi kemana kita akan pergi? Karena ini nasib bangsa dan negara yang kita perjuangkan, tentunya kita akan mendalami semua data, fakta dan harapan masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik,” lanjutnya. Sebelumnya, Partai Demokrat resmi mencabut dukungannya terhadap Koalisi Perubahan Anies Baswedan. Hal itu diputuskan usai Rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat yang digelar di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Cikeas, Jawa Barat, Jumat sore (1/9/2023).
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan dalam jumpa pers: “Pertama, Demokrat akan menarik dukungannya terhadap Anies Baswedan sebagai calon pada Pilpres 2024.” .
Demokrat Resmi Keluar Dari Koalisi Untuk Perubahan

Selain mencabut dukungan terhadap Anies, Partai Demokrat resmi keluar dari Koalisi Perubahan yang dibangun bersama NasDem dan Partai PKS.
“Kedua, Demokrat tidak lagi menjadi anggota Persatuan Perubahan dan Unifikasi karena sejauh ini ada peningkatan kesepakatan yang dicapai,” pungkasnya. (red/intra62)
