• Fri. May 1st, 2026

Perdana Menteri Menunjukkan Upaya Untuk Mencapai Nol Kemiskinan Ekstrem Melalui Pemberdayaan.

ByBunga Lestari

Feb 13, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Untuk mencapai target kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) terus mengoptimalkan strategi pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan.

Dalam pernyataan di Jakarta, Jumat, Abdul Haris, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, menyebutkan Widuri Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sebagai contoh pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan.

Dia menyatakan bahwa kawasan Widuri, yang saat ini memasuki masa implementasi lima bulan, telah mencapai kemajuan besar dan merupakan contoh nyata dari pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan.

Abdul Haris menyatakan bahwa Kawasan Widuri bukan sekadar proyek; itu adalah tempat di mana desa-desa sekitar menjadi pelaku utama pembangunan dan penerima manfaat.

Di Desa Wonosari, 576 orang berada di Desil 1, dan di Kabupaten Kendal, 35.612 orang. Di Provinsi Jawa Tengah, lebih dari 4,06 juta orang masih berada di Desil 1.

Dia menambahkan bahwa data tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan yang terarah, berkolaborasi, dan berfokus pada dampak nyata bagi masyarakat sangat penting.

Dia menyatakan bahwa, sesuai dengan agenda nasional, pemerintah berharap dapat mengurangi kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2026 dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja pada tahun yang sama.

Ia menyatakan bahwa salah satu metode penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah pendekatan berbasis kawasan, yang memungkinkan integrasi program, peningkatan ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Menurutnya, wilayah Widuri telah mencapai banyak capaian yang signifikan. Salah satunya adalah pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG ini telah mendorong ekonomi lokal dengan menghasilkan dana antara Rp900 juta dan Rp1 miliar per SPPG.

“Kemenko PM mendorong terbangunnya kolaborasi dan simbiosis mutualisme lintas sektor untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperluas kesempatan kerja di kawasan perdesaan,” kata Abdul Haris.

Baca Juga :Kemenko PM Memberikan Penghargaan Inspiradaya Kepada SPPG Asei Besar.

Baca Juga : Jurnalis rombongan Kemenkominfo kunjungi Cenderawasih Pos

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/