Jakarta, Intra62.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah wilayah guna mengantisipasi cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto dalam keterangannya di Surabaya, Selasa, mengatakan pada tahap pertama OMC ini dilakukan dengan menggunakan pesawat PK-SCJ dan menyasar sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim), mulai dari wilayah timur Jatim, dan selatan Jatim, mulai Situbondo, Jember dan Banyuwangi, hingga wilayah Tuban dan Mojokerto.
“Pada hari pertama ini, kegiatan OMC dilakukan sebanyak tiga sortie dengan total bahan semai yang disebar sebanyak 2.800 kilogram CaO, dengan total jam terbang selama 5 jam 20 menit,” katanya.
Penerbangan pertama ini melakukan penyemaian awan di wilayah Situbondo dan utara Banyuwangi.
Dia mengatakan, “Sebagaimana instruksi gubernur, OMC ini kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi selama masa Lebaran.”
Dia menyatakan bahwa OMC ini juga merupakan cara Pemprov Jatim membantu orang-orang yang mudik dan balik Lebaran agar perjalanan mereka lebih lancar.
Untuk OMC, sortie kedua dilakukan di Tuban dan sortie ketiga di Mojokerto.
Dia menyatakan, “Sebagaimana yang disampaikan, OMC ini akan berlangsung selama 10 hari hingga H+5 Lebaran, atau tanggal 26 Maret 2026.”
Akibat curah hujan yang tinggi menjelang pergantian musim dari hujan ke kemarau, operasi modifikasi cuaca ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengatur cuaca.
Baca Juga : BMKG Memberi Peringatan Tentang Kemungkinan Banjir Rob Selama Libur Lebaran di NTB.
Baca Juga : BMKG: Potensi Hujan di Sebagian Sumatera Utara Pada Sabtu.
(Red).
