• Mon. Feb 9th, 2026

Merekam kehangatan polisi terhadap dibalik demonstran

ByAF

Aug 30, 2025
Merekam kehangatan polisi terhadap dibalik demonstran

Jakarta , Intra62.com .  Merekam kehangatan polisi terhadap dibalik demonstran . Pada unjuk rasa yang diadakan pada Jumat (29/8) sore di depan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar), ada pemandangan yang menyejukkan hati.

Di balik tensi yang tinggi dan langit yang mulai redup, ada cerita tentang persahabatan antara polisi dan para peserta demonstrasi.

Seorang polisi berdiri di tengah barisan massa, tetapi orang-orang tidak menolaknya atau tidak menyukainya.

Jika laki-laki “Gondrong” yang membawa handphone (HT) itu hadir bersisian, mereka bergeming seakan tidak terganggu.

Dengan mempertimbangkan banyaknya demonstrasi yang didengar publik dalam beberapa hari terakhir, gambar ini mungkin merupakan pemandangan yang tidak biasa.

Mereka yang hadir di demonstrasi sore itu berasal dari berbagai latar belakang: beberapa dari mereka adalah mahasiswa, dan yang lainnya adalah pengendara ojek dalam jaringan, atau Ojol.

Polisi yang bergerak di tengah barisan adalah Aiptu David Rico Dermawan, yang juga merupakan anggota Opsnal Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang, yang juga dikenal sebagai Tim Klewang.

Alih-alih menghindari atau ditolak, polisi dengan rambut gondrong itu malah didatangi, disalami, dan difoto.

David menerima dengan senyum setiap orang yang datang untuk meminta foto atau bersalam dengan tangan terbuka.

Tidak peduli apakah itu mahasiswa atau pengemudi ojek daring, semua orang disambut tanpa mempertimbangkan latar belakang mereka. Setidaknya, kedekatan yang terjalin di antara kedua belah pihak itu dapat menumbuhkan harapan untuk keharmonisan.

Selain itu, ini secara otomatis menunjukkan bahwa masyarakat dan polisi tidak selalu dapat dimanipulasi dan bahwa hubungannya tidak seburuk yang diharapkan.

Satu pihak berdiri untuk berunjuk rasa, dan pihak lain mengawal.

David mengatakan kepada ANTARA, “Saya tidak pernah melihat atau memandang mahasiswa sebagai musuh; bagi saya, mereka adalah adik-adik saya.”

David sudah dikenal oleh masyarakat Sumbar, terutama di Kota Padang, sebagai Komandan Tim II Klewang Satreskrim Polresta Padang.

Momen Keakraban

Bekerja sebagai polisi secara teratur, ia juga aktif di berbagai platform media sosial untuk mengungkap kasus.

David tidak hanya berfoto dengan orang-orang yang berunjuk rasa di depan Kantor Polda Sumbar pada Jumat sore itu, tetapi dia juga beberapa kali nampak “nimbrung” dengan mereka.

Mereka duduk bersama di aspal yang mulai dingin menjelang malam, tetapi terkadang mereka berdiri dan berbicara.

Namun, apapun posisinya saat itu, yang terpancar adalah suasana yang akrab dan tidak tertekan.

Salah satu akun Instagram mahasiswa David, @david_wewe2000, mengunggah momen keakraban tersebut.

Akun X.K4je yang menampilkan foto mereka berbicara dengan David menulis, “Masih ada Polisi baik dan mengayomi ‘bravo Katim klewang’.”

David percaya bahwa hak rakyat untuk menyuarakan pendapat adalah hak yang diberikan oleh konstitusi, tetapi ia menganjurkan agar itu dilakukan dengan damai dan ramah.

Selain itu, ia mengajak semua pihak dalam masyarakat untuk bekerja sama untuk menjaga keamanan, menghormati perbedaan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Hingga malam menjelang ketika massa mulai bubar, banyak orang terus mendatangi Aiptu David di lokasi.

Meskipun ada insiden saling dorong pagar selama demonstrasi sore itu, unjuk rasa akhirnya berakhir dengan aman dan kondusif.

Menghargai keharmonisan

Dr. Defika Yufiandra, Dosen Hukum di Universitas Dharma Andalas, menyambut baik kerukunan yang terjadi selama demonstrasi antara penegak hukum dan massa.

Ia berharap sikap seperti itu akan tetap ada untuk menjaga keamanan dan kondusifitas serta keselamatan kedua belah pihak.

Untuk menjaga keamanan lebih mudah, diperlukan banyak personel Kepolisian seperti Aiptu David. Selain itu, Defika mendorong Propam Polri untuk secara tegas memproses personel yang melakukan pelanggaran, baik itu pelanggaran disiplin maupun hukum.

Menurutnya, proses harus dilakukan secara profesional dan transparan sehingga publik dapat turut mengawasi dan menaruh kepercayaan kepada Polri.

Baca juga : Ketum DPP AWDI Desak DPR RI Respon Demo

(Anisa-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/