Jakarta, Intra62.com – Jaringan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) diminta oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq untuk mendukung upaya pengelolaan sampah untuk Indonesia bersih dan tindakan untuk memerangi perubahan iklim.
Dalam pernyataan yang dikonfirmasi pada hari Senin di Jakarta, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif menyatakan bahwa kekuatan jaringan sosial Muslimat Nahdlatul Ulama sangat penting untuk kemenangan dalam perang melawan krisis lingkungan dan masalah sampah di Indonesia.
Di tengah ancaman yang sebenarnya dari krisis iklim global dan bencana hidrometeorologi yang baru saja melanda Sumatera Bagian Utara. Menteri Hanif menyatakan bahwa menjaga kelestarian lingkungan kini merupakan amal jariyah dan merupakan bagian integral dari iman dan nilai kebangsaan.
Ini disampaikan setelah Penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) antara KLH/BPLH dan Pimpinan Pusat Muslimat NU, yang diadakan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (28/12), bertepatan dengan Rapat Pleno I dan Inagurasi Paralegal Muslimat NU.
KLH/BPLH berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk Program Bersih Sampah Nasional (PROBERNAS), yang melibatkan tanggung jawab Muslimat NU. Dalam praktiknya, “Aksi Bersih Sampah pada Hari Jumat” akan dilaksanakan secara teratur dan berkelanjutan di lingkungan rumah tangga, RT/RW, dan tingkat provinsi.
Jika Muslimat NU mulai bergerak, saya yakin kita akan berhasil karena tidak ada negara maju yang sampahnya berantakan. Hanif Faisol menyatakan, “Melalui tangan ibu-ibu inilah kita memulai gerakan budaya baru: budaya bersih, peduli lingkungan, dan ekonomi sirkular yang akan memastikan bumi ini menjadi rumah yang lebih sehat untuk generasi mendatang.”
Menteri LH Hanif Faisol menggunakan kerja sama ini sebagai momentum strategis untuk membentuk “pasukan hijau” yang tersebar di seluruh negeri untuk mempercepat pelaksanaan Asta Cita tentang kehidupan yang bersih dan sehat bagi setiap warga negara.
Baca Juga : Kementrian Pangan: Nasib Produktivitas Lahan Ditentukan Oleh Benih Berkualitas Tinggi.
(Red).
