Jakarta, Intra62.com – Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengatakan bahwa menjadi petugas haji adalah tugas penting bagi negara, yang tidak hanya berkaitan dengan melaksanakan ibadah, tetapi juga membahayakan kehormatan bangsa, kepercayaan umat, dan wibawa Indonesia.
Saat pengukuhan petugas haji di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara 1 Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat, dia menyatakan, “Karena Indonesia mengirimkan jamaah haji dengan jumlah terbesar di dunia setiap tahun, tata kelola yang tertib serta kualitas petugas yang andal menjadi kunci untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang kita harapkan.”
Ia menyatakan bahwa petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) memiliki posisi yang sangat strategis karena berfungsi sebagai representasi negara di hadapan jamaah dan komunitas internasional.
Dia mengatakan bahwa pekerjaan yang telah diselesaikan tidak hanya mencerminkan wajah negara, tetapi juga sikap, keteguhan, dan kepekaan terhadap orang lain.
Bahwa para petugas harus tetap tenang, sigap, dan bertanggung jawab di tengah banyaknya aktivitas, perbedaan latar belakang jamaah, dan kesulitan fisik dan emosional di Tanah Suci, Katanya.
Dia menyatakan bahwa pekerjaan tersebut tidak hanya bersifat teknis; itu juga menuntut integritas, kedisiplinan, dan kesadaran bahwa setiap tindakan memengaruhi keselamatan dan kenyamanan jamaah.
Oleh karena itu, Gus Irfan menekankan bahwa pembekalan sangat penting untuk petugas karena membantu mereka memahami tugas, membantu mereka bekerja sama, dan menggabungkan langkah-langkah dalam satu misi pelayanan.
Ia menjelaskan setiap bantuan yang diberikan, masalah yang diselesaikan, dan kesabaran yang ditunjukkan oleh petugas sebagai bagian dari kebahagiaan jamaah dan tanggung jawab keagamaan.
“Jaga kepercayaan Indonesia, jaga keamanan, dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” kata dia.
Baca Juga : Kemenhaj Akan Mengubah Lobi Hotel Jamaah Haji Menjadi Restoran.
(Red).
