Jakarta , Intra62.com . Luhut Bahas Kerja Sama Danantara dengan Organisasi Serupa di China . Selama kunjungan kerjanya ke China, Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), bertemu dengan sejumlah pejabat Tiongkok. Salah satu tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk meningkatkan keunggulan Daya Anagata Nusantara (BPI).
Luhut mengatakan kepada ANTARA di Beijing, Kamis (22/5), “Saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi, saya sampaikan bahwa Danantara ini konsolidasi dari semua aset BUMN kita. Jadi kita buat lebih transparan, lebih profesional.”
Sejumlah delegasi melakukan pertemuan dengan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC). China China Investment Corporation (CIC), Bank Industrial and Commercial Bank of China (ICBC). State Development and Investment Corporation (SDIC), dan Bank Of China (BOC). Selain itu, mereka juga bertemu dengan Menlu Wang Yi.
Luhut menyatakan, “Danantara memiliki aset hampir 1 triliun dolar AS, jadi saya sampaikan ke Menlu Wang Yi, “Kenapa tidak kita buat ‘Joint Sovereign Wealth Fund’ untuk satu tujuan. Misalnya Danantara mengalokasikan satu miliar dolar AS dan pihak China satu miliar dolar AS atau jumlah yang lain, dan sepertinya akan berjalan.”
Luhut menyatakan bahwa pengusaha China dan pemerintah terus menilai Indonesia sebagai tempat investasi yang bagus.
Selain itu, mereka juga memperoleh keuntungan dari kita karena saya memberi tahu China tentang masalah pasokan mineral penting. Jika mereka ingin, China dapat bergabung dengan kita. Dan kita dapat mengajak Amerika Serikat dan Abu Dhabi juga. Kenapa kita harus berselisih? Luhut menyatakan bahwa implementasi langsung di lapangan saat ini diperlukan, katanya.
Saya menemukan bahwa di China, semua orang sejalan, sehingga tidak ada yang berbicara tentang arah utara, timur, atau selatan. habiskan energi Luhut menyatakan, “Saya pikir Presiden Prabowo orangnya juga jelas semuanya, tinggal pembantunya cepat melakukan implementasinya.”
Teknologi CCS , Emisi Carbon
Selain topik Danantara, diskusi dengan pejabat China juga membahas ekonomi hijau .. Dan penerapan “Pengumpulan dan Penyimpanan Karbon” dan “Penggunaan dan Penyimpanan Karbon” (CCS/CCUS).
Teknologi CCS/CCUS memiliki potensi besar untuk mengurangi emisi CO2 dari berbagai industri, seperti pembangkit listrik, industri berat, dan manufaktur. Teknologi ini memungkinkan emisi CO2 dipisahkan dari sumbernya, diangkut, dan disimpan secara permanen di bawah tanah.
Luhut menyatakan, “Kita punya penyimpanan karbon 600 giga ton, jadi kita bikin kerja samanya. Dimasukkan ke bawah tanah sehingga bisa ‘green’. Semua target emisi karbon kita juga bisa capai sampai 2050.”
Baca juga : Bahlil: Danantara Danai Sebagian Proyek Kilang Minyak Sumatera
(Anisa-red)
