Jakarta , Intra62.com . Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Danantara akan membiayai sebagian proyek pembangunan kilang minyak berkapasitas 500.000 barel di wilayah Sumatera yang berdekatan dengan Singapura.
Dia berharap bahwa investor lain, seperti Pertamina, akan membantu membangun kilang minyak tersebut.
Beberapa (didanai) Danantara, sedangkan yang lain masih mencari. Saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/3), Menteri ESDM menjawab, “Kalau memang Pertamina bisa ikut, itu jauh lebih baik.”
Namun, Bahlil tidak dapat menentukan jumlah yang akan dia habiskan setelah mendapatkan investasi selain Danantara. Dia berkata, “Belum sampai ke situ ya.”
Di lokasi lain, Bahlil menyatakan bahwa karena alasan bisnis, kilang minyak berkapasitas 500.000 barel itu akan dibangun di Sumatera.
“Ya, itu adalah pertimbangan bisnis ya,” kata Bahlil kepada wartawan pada Jumat di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta.
Salah satu dari 21 proyek hilirisasi tahap pertama yang akan menerima kucuran dana investasi sebesar 40 miliar dolar AS termasuk pembangunan kilang tersebut. Proyek-proyek ini juga merupakan bagian dari target hilirisasi senilai 618 miliar dolar pada tahun 2025.
Untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, beberapa proyek penting lainnya. Selain pembangunan kilang, juga mencakup pembangunan fasilitas penyimpanan minyak di Pulau Nipah, Kepulauan Riau.
Selanjutnya, ada rencana untuk hilirisasi Dimethyl Ether (DME) dari batu bara sebagai pengganti LPG yang diimpor.
Selain sektor energi, Bahlil terus hilirisasi ke industri lain seperti alumina, bauksit, nikel, dan tembaga. Selanjutnya, hilirisasi berlanjut ke sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.
Bahlil mengatakan bahwa proyek seperti hilirisasi Dimethyl Ether (DME) tidak sepenuhnya bergantung pada investasi asing.
Dia menegaskan bahwa pemerintah akan terus menambah jumlah proyek hilirisasi dalam langkah-langkah berikutnya untuk mencapai target 26 sektor komoditas yang telah diprioritaskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : Menteri Bahlil Minta Maaf atas Korban Antrean LPG 3 kg.
