Jakata, Intra62.com – Presiden Prabowo Subianto tetap memprioritaskan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri tetapi juga membuka kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia di pasar global. Atas dasar ini, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mempercepat upaya untuk memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.
Dalam bincang-bincang media yang diadakan di kantor KP2MI di Jakarta, Kamis (23/10), Menteri P2MI Mukhtarudin menyatakan, “Arahan Presiden jelas, kita harus menangkap peluang pasar kerja luar negeri.”
Meskipun fokus utama pemerintah adalah menciptakan lapangan kerja di dalam negeri, Mukhtarudin menegaskan bahwa peluang kerja di luar negeri tetap harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Saat ini, KP2MI mempekerjakan pekerja migran dengan kemampuan menengah hingga tinggi untuk dipekerjakan di berbagai industri yang membutuhkan di luar negeri.
Untuk mencapai tujuan ini, KP2MI bekerja sama dengan pemerintah daerah dan 12 kementerian yang memiliki lembaga pendidikan vokasi.
Baca Juga : Rekor Tertinggi Kasus Campak Dilaporkan Di Amerika Serikat Sejak 1992.
Dia menyatakan bahwa dari 12 kementerian, 10 sudah terlibat dalam mempercepat program vokasi bagi pekerja migran terampil.
Pemerintah pada Rabu (22/10) meluncurkan program pelatihan 500 ribu pekerja, dengan KP2MI sebagai sektor utama pelaksana, untuk menanggapi tingginya permintaan tenaga kerja terampil dari negara-negara Eropa.
Pelatihan diberikan kepada welder, hospitality, caregiver, perawat, dan manufaktur dalam program ini. Mukhtarudin menyatakan bahwa prosesnya sudah berjalan, tetapi perlu percepatan.
Ia berharap program itu dapat membantu pekerja migran Indonesia menjadi lebih baik sehingga mereka lebih siap untuk bersaing di pasar kerja global.
“Fokusnya bukan hanya pada jumlah pekerja migran, tetapi juga peningkatan kualitas mereka,” katanya.
Baca Juga : Tiga Negara Eropa dan Iran Capai Konsultasi Lanjutan Soal Nuklir
( Red ).
