Medan , Intra62.com . Ketum AWDI Serukan Konflik Masyarakat Adat dengan PT. TPL Harus segera dihentikan . Hal ini disampaikan oleh Balham Wadja SH , Ketum AWDI ( Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia ( AWDI ) saat acara adat di Cianjur , Sabtu ( 12/7/2025 ) .
Jika diperlukan kedua belah pihak untuk mendamaikan konflik . DPP AWDI siap akan kirim utusan untuk membantu penyelesaian konflik tersebut , ” jelas Balham Wadja SH .
Seprti diketahui bahwa PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pulp dan kertas. Sebelumnya dikenal sebagai PT Inti Indorayon Utama.
Perusahaan ini beroperasi di Sumatera Utara dan memiliki konsesi hutan tanaman industri (HTI).
TPL seringkali terlibat dalam konflik dengan masyarakat adat terkait penggunaan lahan dan dampak lingkungan dari kegiatan operasionalnya, ” Ujar Ketum AWDI .
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Kerukunan Peduli Sumut , Maju D Hutapea, SH. M. Si bahwa Konflik ini akan menggangu stabilitas masyarakat setempat , apalagi jika Ada PHK atau yang dirumahkan . Ada sebanyak 1409 karyawan akan sulit jika di PHK . Hal ini tidak menutup kemungkinan maraknya tingkat kriminalitas di kawasan tersebut , ” Ujar Maju Hutapea.
Kehidupan sehari – hari termasuk keluarga yang terkena PHK akan terganggu terutama Pendidikan anak , ” Sambung Togu Sibuea, SE , Sekjend Kerukunan Peduli Sumut .
Selanjutnya Balham Wadja SH mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan nasib karyawan PT. TPL, karena ada sekitar Ribuan orang yang bergantung pada pekerjaan mereka di perusahaan tersebut saat ini.
Ketum AWDI nyatakan , “Kami prihatin atas keadaan ini, ada 9 ribu orang yang bekerja di perusahaan, kalau kita kalikan dengan kelurganya dikalikan 4, sudah 36 ribu orang yang hidup dari situ, belum lagi perekonomian setempat, warung, dan lainnya.”
Baca juga : Kejagung Perintahkan Tangkap Iwan Lukminto, Dirut Sritex
(Anisa-red)
