• Thu. Apr 23rd, 2026

Kemdiktisaintek Menunjukkan Bagaimana Kampus Dapat Berkontribusi Pada Ekonomi Nasional.

ByBunga Lestari

Dec 29, 2025

Jakarta, Intra62.com – Menurut Mukhamad Najib, Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), ada dua cara untuk menjadikan perguruan tinggi di Indonesia menjadi motor ekonomi nasional.

Najib berbicara dalam diskusi “Urun Rembuk Pimpinan PTS” di Jakarta, Senin, tentang dua hal yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi: meningkatkan jumlah pekerja berkemampuan tinggi dan meningkatkan kemampuan inovasi.

Dua-duanya seharusnya ada di kampus, tetapi kenapa? Dia menyatakan bahwa meskipun Indonesia menerima investasi langsung asing dan industrialisasi, riset dan inovasi industri sama sekali tidak berdampak pada penguatan sistem inovasi kita.

Najib menyatakan bahwa banyak bisnis masuk ke Indonesia hanya untuk menjadikannya pasar.

Ia menyatakan bahwa meskipun beberapa perusahaan memiliki pangsa pasar yang besar di Indonesia, riset dan pengembangan (R&D) sebagian besar dilakukan di Singapura melalui Universitas Nasional Singapura (NUS).

Dia menegaskan, “Kita tidak bisa mendatangkan talent global itu melalui industrialisasi, melalui perusahaan-perusahaan itu, karena mereka datang ke sini untuk bekerja dan menjadikan Indonesia sebagai pasar.”

Akibatnya, kata Najib, pemerintah saat ini sedang berusaha untuk membuat banyak perguruan tinggi dalam negeri mencapai peringkat perguruan tinggi dunia yang paling tinggi, baik dalam peringkat QS World University (WUR) maupun peringkat Times Higher Education (THE).

Ia menggarisbawahi upaya negara untuk mendorong perguruan tinggi untuk mencapai peringkat tertinggi di dunia, bukan hanya untuk kemewahan.

Bahwa salah satu cara dorong ekonomi nasional Indonesia dapat mendatangkan talenta global, baik mahasiswanya maupun ilmuwannya, adalah melalui perguruan tinggi yang bereputasi global.

Dengan banyaknya talenta global, kita ingin membangun sistem inovasi kita, memperkuat ekosistem inovasi kita dengan keragaman talenta global itu. Kalau kita lihat Amerika Serikat, inovasi itu dibangun oleh talenta global dari Cina, India, Indonesia, dan berbagai negara lain. Kita ingin meningkatkan ekosistem inovasi kita dalam jumlah besar, kata Mukhamad Najib.

Baca Juga : Solusi MK Ekosistem Musik Indonesia

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/