• Sun. Jul 14th, 2024

    Sampah Pengolahan Di Perbatasan, Tangerang danTangsel Harus Belajar Dari Jakarta Dan Bekasi

    ByASD

    Jan 11, 2023
    • Tangerang, INTRA62.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan Tangerang Selatan diminta untuk belajar mengelola sampah di perbatasan DKI Jakarta dan Bekasi.

    Hal itu disampaikan Forum Pengkampanye Perkotaan Keadilan Lingkungan, Abdul Ghofar, menanggapi persoalan sampah yang berjejer di jalan utama di kawasan Ciledug, Kota Tangerang.

    “Dalam beberapa pengalaman, beberapa daerah memiliki kerjasama yang baik dalam pengelolaan sampah lintas daerah seperti DKI Jakarta dan Bekasi, mereka bisa belajar dari itu,” kata Ghofar kepada Kompas.com, Selasa (10/1/2023).

    Baca juga: Wisata Naik Bus Tayo Ke Taman Gajah Tunggal di Tangerang

    Menurut Ghofar, banyak yang bisa dilakukan bersama antara kedua daerah untuk mengatasi sampah yang dibuang seenaknya di kawasan perbatasan ini.

    Diantaranya adalah pembangunan tempat pembuangan akhir bersama (TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA), dan sebagainya.

    “Menurut kami bisa berupa pembiayaan bersama, kontribusi penyediaan armada, pembangunan TPS, TPA bersama dan lainnya,” kata Ghofar.

    Salah satu contoh pengelolaan sampah lintas wilayah di DKI Jakarta dan Bekasi adalah yang dilaksanakan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

    Dalam pengolahan di Bantargebang, pemerintah DKI Jakarta dan Bekasi memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari unit kerjanya masing-masing.

    Menurut Ghofar, persoalan sampah lintas daerah memang cukup pelik, namun bukan berarti harus lepas tanggung jawab.

    “Harus didiskusikan antar pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik, bukan saling lempar tanggung jawab,” imbuhnya.

    Menurut Ghofar, pengelolaan sampah harus menjadi perhatian seluruh pengurus daerah.

    Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan kerjasama dengan berbagai instansi terkait, termasuk dengan pemerintah daerah lainnya.

    “Masing-masing pihak harus bergotong royong menyelesaikannya, bukan malah melempar tanggung jawab karena berbagai alasan administratif,” katanya.

    (tim intra62)

    Baca Artikel lainnya:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    slot777

    slot

    https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/zeusslot/

    https://insankamilsidoarjo.sch.id/wp-content/slot-zeus/

    https://smpbhayangkari1sby.sch.id/wp-content/slot-zeus/

    https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

    https://lookahindonesia.com/wp-content/bonus-new-member/

    https://sd-mujahidin.sch.id/wp-content/depo25-bonus25/

    https://ponpesalkhairattanjungselor.sch.id/wp-content/mahjong-slot/

    https://mtsnupakis.sch.id/wp-content/slot777/

    https://sdlabum.sch.id/wp-content/slot777/

    https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

    https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

    https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/