Jakarta, Intra62.com –
Minggu (26/4) malam, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi menyerukan upaya diplomatik untuk memastikan kebebasan navigasi yang berkelanjutan di tengah pembatasan pelayaran di Selat Hormuz setelah serangan bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Menurut Badr Albusaidi, ia telah berbicara dengan Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, tentang Selat Hormuz, dan menggambarkan percakapan itu sebagai “baik”.
Di platform media sosial X, dia menulis, “Sebagai negara-negara pesisir, kami menyadari tanggung jawab bersama terhadap komunitas internasional serta kebutuhan kemanusiaan yang mendesak untuk membebaskan para pelaut yang telah ditahan terlalu lama.”
“Untuk memastikan kebebasan navigasi yang berkelanjutan, diperlukan banyak diplomasi dan solusi praktis,” katanya.
Pada hari Sabtu (25/4), Araghchi tiba di Muscat dari Islamabad untuk berbicara dengan pejabat Oman dalam upaya mediasi Pakistan untuk mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Iran dan AS.
Menteri luar negeri Iran itu kembali ke Pakistan pada Minggu setelah mengunjungi Oman untuk berbicara dengan pejabat di negara itu tentang kemungkinan negosiasi putaran kedua dengan Washington. Dia kemudian berangkat dari Islamabad ke Moskow untuk berbicara dengan pejabat Rusia.
Selama dua pekan terakhir, Iran dan Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik mereka.
Pada 8 April, Pakistan memediasi gencatan senjata dua pekan yang diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.
Meskipun upaya untuk melanjutkan diskusi terus berlanjut, sejumlah masalah penting yang belum diselesaikan disebutkan, termasuk Selat Hormuz, blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan uranium yang diperkaya oleh Iran.
Baca Juga : Ketum AWDI , B Wadja : AWDI Hadir Juga Sebagai Penggerak diplomasi Budaya
Baca Juga : Lima Pengedar Narkoba Ditangkap oleh Polisi di Tanah Abang.
(Red).
